Comscore Tracker

[BREAKING] Suap Penyidik KPK, Wali Kota Tanjungbalai Resmi Ditahan

Suap untuk hentikan kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai

Jakarta, IDN Times - Wali Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara, Muhammad Syahrial resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (24/4/2021). Sebelumnya Syahrial baru menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih.

Syahrial lebih dulu diperiksa di Polda Sumut. Pemegang rekor MURI, wali kota termuda itu lalu diterbangkan ke Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini.

Ketua KPK Komjen (Pol) Firli Bahuri menyebut Syahrial tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 08.00 WIB. 

"MS akan ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung 24 April 2021 hingga 13 Mei 2021. Ia ditahan di rutan negara KPK kavling C1," ungkap Firli ketika memberikan keterangan pers pada Sabtu (24/4/2021) siang. 

Syahrial ditahan karena terbukti menyuap penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju senilai Rp1,5 miliar. Suap diberikan agar penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai tidak naik ke status penyidikan. 

"MS (Syahrial) meminta bantuan kepada SRP (Robin) agar perkara itu tidak dilanjutkan. SRP kemudian mengenalkan MH kepada MS (Syahrial) untuk bisa membantu permasalahannya," kata mantan Kapolda Sumatra Selatan itu.

Dalam jumpa pers itu, Firli turut menyebut nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Sebab, politikus Partai Golkar itu turut memfasilitasi pertemuan Syahrial dengan Robin. Penyidik KPK dari institusi kepolisian itu bisa mengenal Syahrial, lantaran kolega Robin yang bernama Maskur Husain kenal dengan Azis. 

Sebelumnya, Robin sudah ditahan lebih dulu oleh KPK. Selain menghadapi perkara hukum karena menerima suap, Robin diperkirakan akan menghadapi sidang pelanggaran etik yang digelar Dewan Pengawas KPK. Sementara, Firli mewanti-wanti koleganya di KPK agar tetap menjaga integritas dan tak korupsi. 

Baca Juga: KPK Sebut Azis Syamsuddin di Kasus Suap Wali Kota Tanjungbalai

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya