Comscore Tracker

Penembakan 4 Laskar FPI, Komnas: Itu Pelanggaran HAM

4 dari 6 anggota FPI tewas di mobil polisi

Jakarta, IDN Times - Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan hasil penyelidikannya atas penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.  Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam mengungkap penembakan terhadap empat dari enam anggota organisasi yang baru dilarang pemerintah itu melanggar HAM.

“Dua karena ada ketegangan, benturan antar mobil, sampai menembak. Kalau yang empat di dalam penguasaan petugas resmi negara, ini pelanggaran HAM,” jelas Choirul dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2021).

Dari hasil penyelidikan dan rekonstruksi empat laskar FPI tewas dalam mobil polisi.  Sebelumnya, enam anggota laskar FPI tewas ditembak polisi di Tol Cikampek, Jawa Barat pada Senin 7 Desember 2020 dini hari.

1. FPI berkesempatan menjauhi polisi

Penembakan 4 Laskar FPI, Komnas: Itu Pelanggaran HAMIlustrasi Garis Polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, FPI memiliki kesempatan untuk menjauh dari anggota polisi saat kejadian berlangsung, namun hal itu tidak dilakukan.

“Terdapat konteks kesempatan untuk menjauhi mobil polisi, tapi FPI malah menunggu mobil petugas,” kata Choirul.

Baca Juga: Front Pembela Islam Dilarang, Front Persatuan Islam Lahir

2. Tiga selongsong peluru identik dengan senjata kepolisian

Penembakan 4 Laskar FPI, Komnas: Itu Pelanggaran HAMIDN Times/Margith Juita Damanik

Pada kesempatan ini, Choirul Anam juga mengungkapkan bahwa tiga dari empat diduga selongsong peluru yang ditemukan di lokasi penembakan enam anggota laskar FPI identik dengan senjata petugas kepolisian. Sedangkan satu lainnya bukan bagian dari selongsong peluru.

Selanjutnya, Anam mengatakan, lima dari tujuh diduga proyektil peluru yang ditemukan di lokasi yang sama merupakan bagian dari proyektil peluru. Dari lima proyektil tersebut, sebanyak dua buah identik dengan senjata nonrakitan.

"Satu identik dengan gagang cokelat dan satu tidak identik dengan gagang cokelat maupun gagang putih," ujarnya pada konferensi pers virtual Paparan Tim Penyelidikan Komnas HAM terkait Peristiwa Karawang yang menewaskan enam anggota laskar FPI, Jumat (8/1/2021)

"Dua (proyektil peluru tersebut) identik dengan senjata rakitan yang diduga milik FPI, gagang cokelat dan gagang putih, tiga selongsong identik milik petugas kepolisian," lanjut Choirul.

3. Dari hasil penyelidikan bentrok tidak hanya di Tol Jakarta-Cikampek KM 50

Penembakan 4 Laskar FPI, Komnas: Itu Pelanggaran HAMIlustrasi. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Choirul Anam mengatakan bahwa skema perjalanan laskar FPI dan pihak kepolisian terjadi dari Sentul sampai ke gerbang Tol Karawang Timur. Bukan hanya itu, skema perjalanan juga terjadi di sepanjang pintu keluar Tol Kawarang Timur sampai masuk lagi ke Tol Karawang Pintu Barat.

Skema perjalanan itu juga memiliki eskalasi ketegangan dan tindakan kekerasan yang terjadi di antara FPI dan pihak kepolisian. Eskalasi ini lah yang menjadi latar belakang Komnas HAM menyebut peristiwa tersebut Peristiwa Karawang.

"Pertama eskalasi rendah, dari Sentul sampai gerbang keluar pintu Tol Karawang Timur, kedua eskalasi sedang dari gerbang Tol Karawang Timur sampai flyover Hotel Swissbell di Karawang, ketiga eskalasi tinggi mulai di Hotel Swissbell masuk ke Tol Karawang Barat sampai KM 49," ujarnya.

Baca Juga: Komnas HAM Konfirmasi Polisi Soal Luka Tembak di Tubuh 6 Laskar FPI

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya