Comscore Tracker

Obat untuk Pasien Virus Corona, Ini Kelebihan dan Kekurangan Avigan

Presiden Jokowi sebut pemerintah pesan 2 juta butir

Pemerintah sudah memesan obat untuk menyembuhkan pasien virus corona atau COVID-19. Obat ini bernama Avigan atau Favipiravir dan Klorokuin. 

Ada 2 juta obat Avigan dan 3 juta Klorokuin. Obat ini diklaim ampuh sembuhkan pasien di negara-negara lain yang terjangkit corona. 

Nah, Avigan merupakan obat influenza yang diproduksi di Jepang. Apa sih plus minus obat ini? Berikut ulasannya.

1. Obat ini telah diteliti oleh peneliti asal Tiongkok

Obat untuk Pasien Virus Corona, Ini Kelebihan dan Kekurangan Avigantechcrunch.com

Lewat konferensi pers pada Selasa (17/3), Zhang Xinmin, direktur National Center for Biotechnology Development mengatakan kalau Avigan efektif dalam mengatasi COVID-19, ungkapnya di laman The Nikkei. Menurut Zhang, Avigan sangat aman dan efektif.

Avigan sendiri merupakan merk dagang dari obat influenza favipiravir. Obat ini dikembangkan untuk melawan virus RNA dan dibuat di tahun 2014, jelas laman Daily Sabah. Menurut Zhang, pasien yang mengonsumsi favipiravir memiliki hasil tes negatif dalam waktu rata-rata empat hari.

Baca Juga: Ruangan Penuh, 2 PDP Virus Corona di Sumut Belum Diisolasi

2. Avigan mempersingkat waktu pemulihan pasien COVID-19

Obat untuk Pasien Virus Corona, Ini Kelebihan dan Kekurangan Aviganarabnews.jp

Berdasarkan ujicoba yang melibatkan 80 kasus yang dilakukan oleh salah satu rumah sakit di Shenzhen menunjukkan bahwa Avigan bisa mempersingkat waktu pemulihan pasien. Sementara, penelitian yang melibatkan 120 kasus yang dilakukan oleh Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan menghasilkan kesimpulan serupa.

Rata-rata waktu pemulihan bagi pasien COVID-19 adalah 11 hari. Sementara, jika memakai Avigan, hasil tes pasien akan negatif dalam waktu empat hari, terang Zhang di laman Daily Sabah. 91 persen pasien mengalami peningkatan kondisi paru-paru setelah diobati dengan favipiravir, berdasarkan hasil X-Ray mereka, ungkap laman The Guardian.

3. Tetapi, Avigan tidak efektif pada pasien yang memiliki gejala parah

Obat untuk Pasien Virus Corona, Ini Kelebihan dan Kekurangan Aviganaa.com.tr

Menurut Kementerian Kesehatan Jepang, Avigan tidak efektif pada pasien COVID-19 yang memiliki gejala lebih parah. Avigan yang diberi ke 70-80 orang tidak berfungsi dengan baik karena virusnya sudah berlipat ganda, tutur laman The Guardian.

Berdasarkan studi klinis yang dilakukan oleh dokter di Jepang, Avigan lebih sesuai pada pasien dengan gejala ringan hingga sedang. Sebab, obat ini akan mencegah virus berkembangbiak, terang laman Tech Crunch.

Baca Juga: 17,9 Persen Carrier COVID-19 Tanpa Gejala Berpotensi Menyebarkan Virus

Baca Juga: Pulang dari Luar Negeri, 29 Warga Tapteng Masuk ODP Virus Corona

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya