Comscore Tracker

Angkut Pemudik, Hampir Seribu Kendaraan ke Aceh Disuruh Putar Balik

Yuk lebaran di rumah aja, Guys!

Banda Aceh, IDN Times - Larangan mudik dari pemerintah ternyata masih banyak diabaikan warga. Buktinya, hampir seribu kendaraan bermotor baik milik pribadi maupun angkutan umu, dari Provinsi Sumatera Utara diminta untuk melakukan putar balik saat berada di gerbang perbatasan jalur darat dengan Provinsi Aceh.

Para pengemudi dilarang untuk masuk ke provinsi paling barat Indonesia tersebut oleh petugas pengamanan dari tim gabungan Virus Corona atau COVID-19.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Aceh, Komisaris Besar Polisi Dicky Sondani mengatakan, operasi yang digelar sejak 21 Mei 2020 itu, dilakukan untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut ke Aceh selama arus mudik lebaran.

"Kebijakan ini diambil untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Aceh. Apalagi seperti yang diketahui, saat ini Aceh bukan zona merah. Jika tidak terkontrol, maka dikhawatirkan penyebaran virus tersebut di Aceh akan lebih besar lagi," kata Dicky.

1. Ada 163 unit kendaraan diminta putar balik pada hari pertama

Angkut Pemudik, Hampir Seribu Kendaraan ke Aceh Disuruh Putar BalikPetugas saat memeriksa kendaraan yang akan masuk ke Aceh di wilayah perbatasan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Istimewa)

Dicky menyebutkan, berdasarkan data laporan dari pos penjagaan perbatasan Aceh-Sumatera Utara yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam, sebanyak 163 unit kendaraan mencoba untuk masuk. Akan tetapi, para pengemudi kemudian diminta untuk putar balik.

"Di hari pertama ada 163 unit kendaraan dengan total penumpang yang akan melintas 601 orang," ujarnya.

Baca Juga: [UPDATE] Selama Lebaran, 114 Orang Sembuh dari COVID-19 di Sumut 

2. Selama dua hari lebaran, 287 unit kendaraan masih juga coba masuk ke Aceh

Angkut Pemudik, Hampir Seribu Kendaraan ke Aceh Disuruh Putar BalikPetugas saat memeriksa kendaraan yang akan masuk ke Aceh di wilayah perbatasan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Istimewa)

Penerapan atau operasi larangan melintas memang telah dilakukan sejak 21 Mei lalu, namun masih saja sejumlah kendaraan mencoba untuk melintas khususnya saat Hari Raya Idulfitri.

Sedikitnya, 287 unit kendaraan bermotor dikatakan Dicky, dipaksa untuk memutar arah saat lebaran. Kendaraan pribadi mendominasi, yakni 207 unit, sedangkan kendaraan umum 74 unit dan sepeda motor enam unit.

"Selama hari pertama dan kedua Idulfitri, 287 unit kendaraan dengan 612 orang masih tetap berupaya untuk melintas," ungkapnya.

Meskipun demikian, jumlah kendaraan yang melintas selama dua hari tersebut terbilang menurun dibandingkan sebelum lebaran yang angka tertingginya pernah mencapai 232 unit kendaraan.

3. Total seluruh kendaraan yang diminta putar arah hampir mencapai seribu unit

Angkut Pemudik, Hampir Seribu Kendaraan ke Aceh Disuruh Putar BalikPetugas saat memeriksa kendaraan yang akan masuk ke Aceh di wilayah perbatasan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Istimewa)

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Aceh mengatakan, sejak 21 hingga 25 Mei, total kendaraan yang diminta untuk melakukan putar balik ke Sumatera Utara ada 960 unit dengan total penumpang 1.984 orang.

"Hingga 25 Mei pukul 17.00 WIB, total seluruh kendaraan yang diminta putar balik mencapai 960 unit.

Adapun rinciannya, yakni kendaraan bribadi 543 unit, kendaraan angkutan umum 405 unit, dan sepeda motor 12 unit.

4. Tidak ada ditemukan penumpang yang mengalami gejala COVID-19

Angkut Pemudik, Hampir Seribu Kendaraan ke Aceh Disuruh Putar BalikPetugas saat memeriksa kendaraan yang akan masuk ke Aceh di wilayah perbatasan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Istimewa)

Selama operasi berlangsung, seluruh kendaraan maupun penumpang yang hendak masuk ke Aceh terlebih dahulu disemprot disinfektan serta dicek suhu tubuhnya.

Tak hanya itu, para penumpang juga diminta keterangan terkait riwayat perjalanan selama sepekan terakhir.

"Tidak ada ditemukannya ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Operasi di perbatasan hingga saat ini masih berlangsung dan situasi berjalan dengan aman," imbuh Dicky.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 3 Hal yang Harus Dilakukan Perusahaan saat New Normal

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya