Comscore Tracker

Derita Jadi Ketua KPPS, Alami Radang Empedu Usai Pemilu Serentak

Stres karena takut salah memasukkan data

Palembang, IDN Times - Pemilu serentak 2019 terbilang yang paling berat dibanding pemilu-pemilu sebelumnya.

Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia mencapai ratusan.

Yang mengalami sakit usai pemilihan umum (Pemilu) serentak pada 17 April lalu pun terus bertambah.

Hal tersebut juga terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Salah satunya yakni Supendi (45), Ketua KPPS diTPS 48 dan 49, Kecamatan Seberang Ulu. Dirinya terbaring lemah usai menderita kelelahan akut saat menjadi Ketua KPPS.

1. Usai Pemilu, ia langsung terbaring sakit

Derita Jadi Ketua KPPS, Alami Radang Empedu Usai Pemilu SerentakIDN Times/Rangga Erfizal

Dua hari usai penghitungan suara berakhir, Supendi tak lagi kuat untuk tidak mengeluh. Dirinya merasakan sakit kepala dan demam tinggi saat berada di rumah. Jadwal Pemilu yang padat membuat waktunya banyak habis di luar rumah. Kurangnya istirahat membuatnya harus terbaring sakit.

"Saya kecapekan tanggal 16 April. Satu hari sebelum pemilihan saya baru pulang jam 02.00 dini hari. Itu ngurusin dua TPS yang saya kebetulan ketuanya. Saat Pemilu, saya bekerja hingga keesokan harinya jam 07.00 pagi. Setelah itu baru penghitungan suara tingkat KPPS berlangsung kembali, kita kerja hingga larut malam dan baru selesai tanggal 20," ujar Supendi, Sabtu (11/5) kemarin, saat ditemui di kediamannya.

2. Derita radang empedu

Derita Jadi Ketua KPPS, Alami Radang Empedu Usai Pemilu SerentakIDN Times/Rangga Erfizal

Supendi kaget saat memeriksakan diri ke rumah sakit dan divonis mengalami radang empedu. Hal itu baru diketahui usai beberapa kali memeriksakan diri ke dokter dan rumah sakit.

"Saya di-scan di rumah sakit. Waktu hasilnya keluar, ternyata saya sakit radang empedu karena kelelahan. Kaki saya mengalami pembengkakan. Tapi saya gak mau dirawat karena takutnya repot. Jadi rawat jalan saja dan disuruh kontrol," ujar dia.

Selama 15 hari, Supendi harus terus-terusan istirahat dan meminum obat. Hingga hari ini dirinya sudah merasa sudah sehat namun belum dapat melakukan pekerjaan berat.

"Saya sudah agak lebih baik hari ini. Cuma kaki saya masih bengkak. Jadi saya belum bekerja. Nanti kalau sudah sehat baru kembali beraktivitas," ujar dia.

3. Jadi pesta demokrasi yang terberat

Derita Jadi Ketua KPPS, Alami Radang Empedu Usai Pemilu SerentakIDN Times/Rangga Erfizal

Supendi merasa Pemilu 2019 menjadi ajang pesta demokrasi terberat yang pernah diikutinya. Walau pun sebenarnya, ia sudah berulang kali menjadi Ketua KPPS sejak tahun 2008 mulai dari Pemilihan Gubernur, Wali Kota, Presiden, hingga Pemilu Legislatif.

"Saya mau bilang kalau Pemilu tahun ini paling berat sebab serentak sekali dan banyak. Jadi memakan tenaga yang besar," ujar dia.

4. Stres takut salah memasukkan data

Derita Jadi Ketua KPPS, Alami Radang Empedu Usai Pemilu SerentakIDN Times/Rangga Erfizal

Selain kelelahan akibat waktu kerja yang panjang, beban berat dan tuntutan untuk teliti dalam bekerja menjadi masalah tersendiri oleh Supendi dan rekan-rekan angota KPPS.

"Kita stres karena tingkat kesulitannya tinggi. Waktu pemilihan jadi panjang. Warga juga banyak bingung karena sekali mencoblos, harus membuka banyak kertas suara. Jadi kami pelan-pelan diulang, takut ada yang salah," ujar Supendi.

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya