Comscore Tracker

Jelang Pengumuman KPU 22 Mei, Ini Pesan Sandiaga untuk Pendukungnya

Harus tetap ikuti aturan hukum

Palembang, IDN Times -Menjelang pengumuman pemenang Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Rabu (22/5) beredar wacana bakal adanya demonstrasi massa dari pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasalnya mereka merasa hasil Pemilu 2019 nanti penuh kecurangan.

"Soal itu kami tidak bisa mendikte dan lain sebagainya. Masyarakat masih menunggu langkah konkret dari penyelenggara pemilu untuk melakukan perbaikan," kata Sandiaga saat berkunjung ke Palembang, Jumat (18/05).

Sandi mengingatkan pendukungnya yang ingin turun ke jalan. Namun dia berharap tidak melanggar aturan konstitusi. 

Baca Juga: Klaim Kemenangan Pemilu 54 Persen, Kubu 02 Akan Tarik Saksi di KPU

1. Pemerintah harus siapkan langkah menghalau defisit neraca perdagangan

Jelang Pengumuman KPU 22 Mei, Ini Pesan Sandiaga untuk PendukungnyaIDN Times/Rangga Erfizal

Dalam kesempatan tersebut Sandiaga juga menyinggung ekonomi Indonesia yang menurutnya berjalan sangat lambat sehingga perlu upaya pemecahan masalah melalui terobosan.

"Kalau tidak bisa mengatur ekspor impor, neraca perdagangan kita jebol. Selain pemerintah, yang bisa membantu keluar dari buruknya neraca perdagangan adalah entrepreneurship. Ekonominya tumbuh, pengusahanya banyak," ungkap Sandi.

2. Tanggapan Sandi atas sikap Bawaslu kepada KPU

Jelang Pengumuman KPU 22 Mei, Ini Pesan Sandiaga untuk PendukungnyaIDN Times/Rangga Erfizal

Sandi juga meminta KPU segera menindaklanjuti temuan Bawaslu tentang tata cara input situng KPU.

"Bawaslu sudah memutuskan KPU melanggar dan banyak pelanggaran lainnya sehingga diperbaiki karena pemilu jujur dan adil bisa kita hadirkan untuk masyarakat," ujar dia. 

3. Respons Sandiaga soal saksi yang enggan meneken hasil rekapitulasi suara

Jelang Pengumuman KPU 22 Mei, Ini Pesan Sandiaga untuk PendukungnyaIDN Times/Rangga Erfizal

Selain itu Sandi juga merespons sikap saksi-saksi Prabowo-Sandiaga yang enggan meneken rekapitulasi suara di beberapa wilayah. Menurutnya sikap tersebut merupakan keputusan BPN masing-masing daerah.

"Pak Prabowo dan saya inginkan Pemilu yang jurdil. Bukan soal kalah dan menang tetapi, kalau ada penemuan kecurangan itu bukan hanya Prabowo-Sandi saja juga masyarakat menginginkannya pemilu Jurdil," ujar dia.

Untuk Sumsel sendiri, paslon 02 berhasil memenangkan pleno penghitungan suara tingkat provinsi dengan raihan 59,44 persen atau 2.847.502 suara dari pesaingnya pasangan 01, Jokowi-Ma'ruf yang hanya memperoleh 40,55 persen suara atau1.942.987 suara.

Baca Juga: Ini 4 Kecurangan Pemilu 2019 Versi Sandiaga Uno, Media Juga Kena

Topic:

  • Doni Hermawan

Just For You