Comscore Tracker

Dianggap Lecehkan Perempuan, Obrolan Komentator Bola Jadi Sorotan

Saat komentari laga Persita vs PSM

Jakarta, IDN Times - Sebuah video berisikan narasi body shaming ditwit akun @badgalgigi dan menjadi viral. Soalnya dalam video itu dia menyoroti percakapan komentator dan presenter yang bicarakan suporter perempuan di sebuah pertandingan sepak bola.

Twit tersebut disukai disukai oleh 7,4 ribu dan di-retweet oleh 3,4 ribu pengguna Twitter lainnya. Apa sebenarnya yang dibicarakan sehingga memancing reaksi dari para perempuan?

1. Saat siaran langsung pertandingan Liga 1, Persita dan PSM

Dianggap Lecehkan Perempuan, Obrolan Komentator Bola Jadi SorotanANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Narasi yang berkonotasi mempermalukan tubuh suporter wanita tersebut terekam saat jalannya salah satu pertandingan Liga 1 2020.

Tepatnya pada pekan kedua Liga 1 2020 di pertandingan antara Persita dan PSM Makassar, pada Jumat (6/3). Pertandingan tersebut ditayangkan di salah satu televisi swasta secara langsung.

Baca Juga: Patah Tangan, Persiraja Kehilangan Agus Suhendra Sebulan

2. Isi komentar komentator disertai gelak tawa

Sebelum memberikan narasi bertendensi merendahkan dan membahas tubuh perempuan, kamera sedang menyoroti sejumlah suporter perempuan yang memberi dukungan. Namun, komentator pertandingan tersebut mengeluarkan narasi sebagai berikut:

"Sementara kita lihat ini dia. Ada sesuatu yang menonjol tapi bukan bakat. Ada yang besar tapi bukan harapan, Bung Erwin. Perempuan-perempuan ini ya," kata komentator pertandingan tersebut, Rama Sugianto.

Setelah itu gelak tawa juga terdengar di antara presenter dan komentator tersebut.

3. Pandangan sebagian warganet pada kasus ini

Dianggap Lecehkan Perempuan, Obrolan Komentator Bola Jadi SorotanANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Sontak sejumlah akun Twitter lainnya juga mengomentari perilaku komentator tersebut. Salah satunya adalah akun @kamalbukankemal yang turut menyayangkan perkataan komentator tersebut.

“Ada yg menonjol tp bukan bakat.” “Ada yg besar tp bukan harapan.” Ada yg kosong tp bukan stok masker, tp isi otak kau, komentator mesum. Kasian jd cewe penggemar bola di Indo. Di stadion dilecehin, sama kameramen disorot sbg “pemanis”, sama komentator dijadikan objek seksual," tulis @kamalbukankemal

Sedangkan Widya Syadzwina, mantan media officer PSM Makassar juga menuliskan komentarnya.

"Pelecehan terhadap perempuan dalam bentuk verbal. Sangat tidak pantas," tulis Widya melalui akunnya @widyasyadzwina.

Baca Juga: Menanti Aksi Sang Debutan Liga 1 2020, Persiraja Banda Aceh

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya