Comscore Tracker

Andi Arief Sebut Prabowo Pasti Kalah dan Tidak Berakhir di MK

Cuitan Andi Arief selalu viral

Jakarta, IDN Times - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sudah mengklaim kemenangan Pilpres 54 persen.

Hasil ini diperoleh dari rekapitulasi 54 persen data TPS di seluruh Indonesia yang masuk ke tim BPN.

Meski menang, Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan dengan tegas menolak hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU.

Hal itu pun mengundang komentar dari berbagai pihak, salah satunya dari koalisinya sendiri. Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief menganalisis sikap Prabowo.

"Pak Prabowo menyatakan akan memboikot penghitungan pilpres. Bukan memboikot pemilu. Itu artinya, 02 pasti kalah dan 01 pemenangnya serta tidak berakhir di MK. Setelah itu, yang menjadi masalah adalah legitimasi presiden terpilih, karena pemboikotan bisa mengarah pembangkangan sipil," kata Andi Arief di akun Twitter miliknya, Rabu (15/5).

Baca Juga: Percaya Mana, Real Count KPU 82 Persen vs Data BPN 54 Persen?

1. Demokrat puji sikap Prabowo

Andi Arief Sebut Prabowo Pasti Kalah dan Tidak  Berakhir di MKIDN Times/twitter @andiarief

Namun begitu, pemboikotan hasil penghitungan suara versi Prabowo merupakan jalan damai tanpa mobilisasi massa. Andi Arief lantas memuji sikap Prabowo.

"Pemboikotan hasil pemilu adalah salah satu jalan damai tanpa kekerasan dan tanpa mobilisasi massa. Di beberapa negara yang pemilunya bermasalah, banyak yang tempuh cara ini. Ada ketegangan, tapi Pak Prabowo menurut saya cukup bijak dengan tempuh jalan ini," sebut Andi Arief.

2. Demokrat memandang Prabowo melakukan perlawanan pasif

Andi Arief Sebut Prabowo Pasti Kalah dan Tidak  Berakhir di MKIDN Times/twitter @andiarief

Andi memandang sikap Prabowo yang 'memboikot' penghitungan hasil pilpres yang curang merupakan bentuk perlawanan tidak aktif. "Boikot perhitungan hasil pemilu adalah satu bentuk perlawanan pasif 02," jelas dia.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan menolak hasil penghitungan Pemilu 2019 yang curang. Namun, dia mengatakan masih menaruh harapan kepada KPU.

"Kami masih menaruh harapan kepadamu (KPU). Tapi sikap saya, yang jelas saya akan menolak hasil penghitungan pemilu. Hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran," kata Prabowo dalam simposium 'Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

3. Prabowo kepada KPU: Kami masih menaruh secercah harapan

Andi Arief Sebut Prabowo Pasti Kalah dan Tidak  Berakhir di MKIDN Times/Irfan fathurohman

Prabowo yang menyebut ada kecurangan masif di pemilu, lantas memberi pesan kepada KPU. Dia masih mengklaim ada kecurangan, sehingga berbicara kepada KPU terkait hal tersebut.

"Kami masih menaruh secercah harapan. Kami mengimbau insan-insan di KPU, kau anak-anak Indonesia yang ada di KPU, sekarang nasib masa depan bangsa Indonesia ada di pundakmu. Kau yang harus memutuskan. Kau yang harus memilih menegakkan kebenaran dan keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan dan ketidakadilan, berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia," urai Prabowo.

4. Prabowo: Saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat

Andi Arief Sebut Prabowo Pasti Kalah dan Tidak  Berakhir di MKIDN Times/Irfan fathurohman

Prabowo mengaku ingin berjuang untuk rakyat. Dia klaim dirinya dibutuhkan masyarakat di negara ini. Dia pun menjanjikan tidak akan meninggalkan rakyat.

"Tapi setelah saya keliling dan melihat mata rakyat kita, setelah saya pegang tangan mereka, setelah saya dengar getaran-getaran mereka dan harapan mereka, penderitaan rakyat, harapan rakyat akan suatu negara yang adil itu telah menjadi bagian dari diri saya. Karena itu, tidak mungkin saya meninggalkan rakyat Indonesia. Saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Baca Juga: Babak Baru Pemilu, Minta Jokowi di Diskualifikasi dan Situng Disetop

Topic:

  • Arifin Alamudi

Just For You