Comscore Tracker

5 Aturan Resmi Buat Pesepeda di Jalan Raya, Wajib Pakai Helm!

Harus patuhi peraturan ya!

Jakarta, IDN Times - Akhirnya ada regulasi resmi untuk para pesepeda. Aturan ini dibuat untuk keselamatan pengendara sepeda dalam berlalu lintas. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan yang resmi ditetapkan per 14 Agustus 2020.

Selain itu ada pengklasifikasian sepeda. “Ada beberapa aspek utama yang diatur salah satunya persyaratan teknis sepeda di mana sepeda digolongkan menjadi 2 kategori yakni sepeda untuk kepentingan umum dan kepentingan olahraga," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/9/2020).

Apa saja sih aturan yang harus dipatuhi saat gowes? Yuk, simak dan patuhi ya!

1. Pastikan sepeda kamu lengkap dengan semua bagian ini

5 Aturan Resmi Buat Pesepeda di Jalan Raya, Wajib Pakai Helm!Ilustrasi Sepeda (IDN Times/Vanny El-Rahman)

Sebelum kamu gowes, pastikan sepeda kamu punya peranti seperti spakbor, rem, lampu, bel, pedal, alat pemantul cahaya warna merah, dan alat pemantul cahaya warna putih atau kuning.

"Dalam PM 59/2020 disebutkan bahwa penggunaan spakbor dikecualikan untuk jenis sepeda balap, sepeda gunung, dan jenis sepeda lain," kata Budi.

2. Pakai alas kaki dan helm

5 Aturan Resmi Buat Pesepeda di Jalan Raya, Wajib Pakai Helm!Warga bersepeda melintas di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (2/8/2020) (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Kamu juga harus menggunakan alas kaki dan helm saat bersepeda. Aturan ini tertuang pada Pasal 6 ayat 1 dan 2.

"Selain harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pesepeda dapat menggunakan alat pelindung diri berupa helm," tulis Permenhub tersebut.

Baca Juga: Biar Nyaman untuk Touring, Ini yang Mesti Di-Upgrade dari Sepeda Lipat

3. Harus pakai lampu di malam hari

5 Aturan Resmi Buat Pesepeda di Jalan Raya, Wajib Pakai Helm!Warga bersepeda di kawasan BSD City, Tangerang, Banten (28/6/2020) (IDN Times/Herka Yanis)

Untuk penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya juga disebutkan harus dipasang pada malam hari dan dalam kondisi jarak pandang terbatas karena gelap.

"Atau saat hujan lebat, berada di terowongan, atau pada saat kondisi jalanan berkabut," ucap Budi.

4. Kasih tanda saat berkendara

5 Aturan Resmi Buat Pesepeda di Jalan Raya, Wajib Pakai Helm!Isyarat Tangan Bagi Pesepeda di Jalan Raya (Dok. Kemenhub/Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda)

Kamu juga harus memberikan tanda berupa isyarat tangan saat berbelok, berhenti atau berbalik arah. Jangan lupa untuk perhatikan situasi lalu lintas di depan, di samping dan di belakang kamu.

  • Untuk belok kiri, kamu harus merentangkan lengan kiri menjauhi tubuh hingga setinggi bahu.
  • Untuk belok kanan, kamu harus merentangkan lengan kanan menjauhi tubuh hingga setinggi bahu.
  • Untuk berhenti, kamu harus mengangkat salah satu tangan di samping atas kepala.
  • Untuk memberi jalan bagi pengendara lain, kamu harus mengayunkan tangan dari belakang ke depan.

5. Bagaimana penyandang disabilitas untuk mengendaria sepeda?

5 Aturan Resmi Buat Pesepeda di Jalan Raya, Wajib Pakai Helm!Warga bersepeda di kawasan BSD City, Tangerang, Banten (28/6/2020) (IDN Times/Herka Yanis)

Kalau sepeda digunakan kamu yang penyandang disabilitas, kamu harus menggunakan tanda pengenal yang ditempatkan pada bagian depan dan belakang sepeda.

"Tanda pengenal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini," tulis aturan tersebut.

Baca Juga: Upgrade 4 Komponen Ini agar Sepeda Terasa Ringan saat Digowes

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya