Comscore Tracker

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas Politik

Bekas artis cilik ini kagumi Megawati Soekarnoputri

Jakarta, IDN Times - Di era 1990-an, Tina Toon dikenal sebagai penyanyi cilik yang menggemaskan. Melalui lagu berjudul 'Bolo-bolo' namanya melejit.

Siapa sangka, kini pemilik nama asli Agustina Hermanto te ini terpilih menjadi salah satu anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.

Ia mendulang suara terbanyak kedua di daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta 2 meliputi Kecamatan Cilincing, Koja, Kelapa Gading, dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Total suara yang diperolehnya mencapai 19.570.

Ditemui tim IDN Times di salah satu kampus di Jakarta Barat pada Jumat (16/8) lalu, ia buka-bukaan mengenai alasannya menarik diri dari dunia tarik suara dan lompat ke dunia politik.

Simak wawancara eksklusifnya berikut ini.

1. Kamu sudah punya karier bagus di dunia hiburan, mengapa mau terjun ke dunia politik praktis? Apakah sudah direncanakan sejak lama?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas PolitikDok.IDN Times

Orang-orang gak tahu sebenarnya aku punya passion politik dari kecil sebetulnya. Lebih kayak debating class, delegation. Pada saat sudah selesai sekolah, terus S1 komputer, S2 hukum.

Waktu itu sempat ada teman yang orang partai terus ikut-ikut aja kegiatan. Kegiatan sejenis baksos gitu terus lama-lama akhirnya pas 2018 nyaleg.

Sempat galau juga sih nyaleg sekarang tapi jalannya Tuhan dan banyak yang dukung. Setelah blusukan ternyata ingin fight nih.

2. Berarti itu sudah rencana jangka panjang dong?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas PolitikDok.IDN Times

Kalau rencana jangka panjang sih gak, tapi bukan yang gak berpikir tahunya sekarang, karena orang kan di dunia politik waktunya beda-beda, ada yang muda, ada yang berumur.

Baca Juga: Siap Jadi Anggota DPRD DKI, 10 Penampilan Formal Casual Tina Toon

3. Dari semua partai yang ada, kenapa pilih gabung PDI Perjuangan?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas PolitikDok.IDN Times

Dari kecil aku sebenarnya ngerasain partai yang hadir yang ada arwahnya Bung Karno, bapak bangsa yang membangun bangsa ini, terus ideologinya jelas Pancasila UUD 1945, terus di PDIP garis perjuangannya sama dari dulu untuk wong cilik gitu.

Terlepas ada plus-minus karena besarnya partai ini, kalau menurut aku di sini garis perjuangannya jelas. Ada historisnya gitu bahwa partai ini ada untuk rakyat dan memang di PDIP semua elemen ada. Siapa pun yang mau jadi calon legislatif, eksekutif, petugas partai, muda tua dari background apa pun, siapa pun itu yang penting mau berjuang sama-sama bisa di PDIP.

4. Gimana tanggapan keluarga kamu pas tahu mau ke politik?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas Politikinstagram.com/tinatoon101

Kalau papa dan mama mendukung dari dulu karena sudah tahu kayaknya anaknya bakal ujung-ujungnya di politik. Tapi kalau keluarga besar kayak Oma (nenek) kadang ada rasa khawatir. Cuma aku selalu bilang anak muda harus selalu bergerak karena sekarang ini yang punya zaman adalah anak muda. Kalau di dunia bisnis, karier, entertainment anak muda pada hebat, di politik harus ada juga.

Harus disadari juga kehidupan kita berlangsung sampai saat ini tidak ada yang tidak ada campur politik. Ini salah satu alasan kenapa di PDIP karena yang mempertahankan kemerdekaan itu salah satunya politik ini.

5. Kenangan selama kampanye yang gak bisa dilupain?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas Politikinstagram.com/tinatoon101

Paling sampai sekarang saat blusukan dan ketemu konstituen yang berharap sama kita. Makanya aku berpikir aku ada di politik berjuang bersama PDI Perjuangan karena memang ditugaskan untuk langsung turun ketemu konstituen lihat dapil kita seperti apa karena kalau gak gitu kita gak tahu mau perjuangin apa.

Kalau hanya teori mungkin ya lebih kepada rasa empati dan simpatinya itu dapat pada saat blusukan. Aku selalu apresiasi sama orang yang terpilih kalau mau betul-betul blusukan turun ke darat bukan hanya di udara minta dipilih dari media sosial.

6. Berapa biaya yang dikeluarkan saat kampanye?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas Politikinstagram.com/tinatoon101

Terus terang aku gak hitung detail karena jadi stres, aku gak mau nulis berapa keluarnya. Pokoknya dari off air masuk segala macam harus ada kebutuhan yang dikeluarin misalnya untuk kampanye, spanduk ya keluarin. Tapi secara spesifik kemarin gak banyak. Kan semuanya harus dilaporin, ada batasannya juga. Jadi dibilang banyak banget sih enggak. Yang tahu off air-nya Tina Toon segituanlah selama berapa bulan habis buat kampanye.

7. Biasanya public figure langsung ke DPR? kenapa kamu pilih DPRD DKI?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas Politikinstagram.com/tinatoon101

Pertama karena realistis, skalanya kecil dulu gak langsung nasional. Provinsi dulu karena Jakarta yang paling kecil kan provinsi dan aku tinggal di (Kelapa) Gading jadi dapilnya (Kelapa) Gading, Cilincing, Koja, dan Kepulauan Seribu.

Makanya yang riilnya saja, apa yang ada di sana yang perlu diperjuangkan itu yang sebagai wakil kita di sanalah. Ketika nanti di Jakarta mewakili warga Jakarta gitu. Dari situ nanti kalau sudah berpengalaman naik ke skala berikutnya.

8. Siapa tokoh yang menginspirasi kamu terjun ke dunia politik praktis?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas Politikinstagram.com/tinatoon101

Pertama kalau yang benar-benar aku kagumi sih Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri karena beliau perempuan pertama yang jadi presiden di Indonesia, menunjukkan kalau perempuan itu juga bisa. Terus juga dengan segala pengorbanan dan kegigihan beliau sampai akhirnya PDI Perjuangan bisa bertahan dan bisa hadir untuk rakyat sampai saat ini.

Berikutnya Rieke Diah Pitaloka karena dia artis sampai sekarang dia di politik itu betul-betul garis perjuangannya untuk buruh jelas. Itu formulasi beliau dari pertama sampai akhirnya jadi politisi yang hebat itu yang harus dicontoh.

9. Pemprov mengajukan RAPBD DKI 2020 sebesar Rp95 triliun, apa tanggapannya?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas PolitikIDN Times/Gregorius Aryodamar P

Kalau masalah itu mungkin setelah dilantik, langsung terjun ke sana ya. Jadi semua by data harus dicek juga detailnya. Kalau hanya opini, karena sekarang aku sudah di sana,  aku selalu bilang tunggu ya, tunggu aku di sana. Kalau hanya jadi opini untuk bahan bully atau berita nanti saja kalau sudah di sana.

10. Menurut kamu, program Gubernur Anies apa saja yang perlu didukung?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas PolitikIDN Times/Gregorius Aryodamar

Yang sekarang lagi hits kan polusi udara, ganjil genap itu kan lagi heboh. Cuma, aku kan sudah jadi anggota DPRD yang terpilih, kalau misalnya aku belum pegang data terus melemparkan opini sebagai netizen aja kayanya gak tepat.

Jadi nanti ketika sudah dilantik apapun itu harus dikaji bersama dari data, misalnya dari statistik ini mengurangi kemacetan tapi seberapa besar karena roda ekonomi ada yang tersendat nih karena ganjil-genap, itu yang musti dikaji bersama.

11. Apa rencana terdekat kamu setelah dilantik jadi anggota DPRD DKI?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas Politikinstagram.com/tinatoon101

Langkah terdekat pastinya kerja. Jadi kalau di DPRD setelah dilantik ada proses yang namanya semua partai berkumpul pembagian komisinya A, B, C, D, segala macam. Dari situ fokus perjuangannya masing-masing.

Aku sih berharap bisa di Komisi E karena banyak titipan aspirasi warga, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas. Terus kartu sehat dan pintar belum terdistribusi rata, banyak anak fresh graduate di Jakarta di Cilincing banyak yang bilang, 'tolong dong kalau ada kerjaan di BUMD kasihnya ke anak Jakarta dulu'. Titipan dari konstituen ini yang harus diperjuangkan dulu karena itu yang dijanjikan saat kampanye.

Baca Juga: Anggota DPRD DKI 2019-2024 Dilantik 26 Agustus

12. Banyak anggota dewan tersangkut kasus korupsi karena gak paham regulasi. Apa yang kamu lakukan agar tidak mengulang kesalahan anggota-anggota dewan sebelumnya?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas PolitikDok.IDN Times

Sebetulnya harus kuat kuatin iman untuk terus berada dalam garis perjuangan yang benar. Aku rasa untuk yang masalah korupsi banyak juga keinginan pribadi. Aku masih muda, kariernya masih panjang jangan sampai terjebak begitu begitu. Kita harus hati-hati, jangan terlalu takut jangan terlalu berani, jadi harus imbang. Politik seperti seni, kita harus bisa jeli tapi jangan terlalu hard karena itu yang akan mencelakai kita sendiri.

Aku selalu bilang di sini aku mewakili orang-orang yang memilih, aku selalu bilang mohon doanya dan kalau mau berjuang bareng-bareng ya, karena menurut aku segala sesuatunya kalau sama-sama hasilnya ada dan gak terjebak.

13. Gimana karier kamu di dunia hiburan setelah jadi anggota dewan, mau ditinggalkan?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas Politikinstagram.com/tinatoon101

Sebenarnya kan gak ada conflict of interest. Jadi kalau aku dari dulu kan memang sebetulnya ya orang tahunya aku artis. Tapi, aku sebetulnya berbisnis dan artis hanya hobi sebetulnya.

Kalau nanti sudah di sana ada prioritas ada tanggung jawab. Tapi kalau sekali-kali dan waktunya ada terus hanya untuk melepas kerinduan gak apa-apa.

Kalau misalnya ada job tapi ada tugas negara di DPRD, ya gak bisa ditinggalin.

14. Apa saran kamu untuk anak muda yang ingin masuk ke dunia politik?

[EKSKLUSIF] Kisah Tina Toon, Dari Layar Kaca Menuju Pentas PolitikDok.IDN Times

Sebetulnya di politik itu gak menyeramkan. Tapi, kalau politik praktis kan aku baru masuk nih. Jadi, ya mudah-mudahan aku terus bisa berjuang dan memotivasi. Selama garis perjuangan itu benar, niatnya baik dan tulus, pasti ada jalan.

Ketika masuk politik harus betul-betul dari diri sendiri. Karena politik adalah tentang panggilan hati dan juga ada yang dikorbankan karena kita ngurusin banyak orang, bukan pribadi.

Baca Juga: Berpeluang Jadi Anggota DPRD DKI, Ini Kata Tina Toon

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Just For You