Comscore Tracker

Salahi Kesepakatan, Ma'ruf Amin Sebut Islam Gak Harus Khilafah

Para khatib harus sampaikan nilai kebangsaan saat ceramah

Jakarta, IDN Times -Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menegaskan Pancasila dan NKRI adalah kesepakatan bersama yang harus terus dijaga oleh seluruh umat. Hal itu disampaikan Ma'ruf saat membuka Rapat Kerja Nasional II dan Halaqah Khatib oleh Dewan Masjid Indonesia yang digelar di Istana Wakil Presiden.

Untuk itu Ma'ruf meminta khatib selalu menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap ceramahnya di muka umum.

Selain itu, kompetensi dan pemahaman mengenai ajaran agama Islam juga tentunya harus dimiliki oleh seorang khatib agar tidak salah dalam menyampaikan pesannya.

1. Dakwah harus dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan

Salahi Kesepakatan, Ma'ruf Amin Sebut Islam Gak Harus KhilafahWakil Presiden Ma'ruf Amin (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)

Ma'ruf Amin menegaskan jika sistem Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara dan harus dijaga. “Yang kedua, khatib punya komitmen kebangsaan karena kita berada dalam sistem negara Indonesia, dakwah kita harus dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan. Karena kita sudah komitmen negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dasarnya Pancasila,” kata Ma’ruf Amin, Jumat (14/2).

Baca Juga: Materi Khilafah Pindah ke Buku Sejarah, Kemenag: Tak Cocok Lagi di RI

2. Sistem khilafah menyalahi kesepakatan yang telah ada

Salahi Kesepakatan, Ma'ruf Amin Sebut Islam Gak Harus KhilafahIDN Times/Hana Adi Perdana

Pada kesempatan itu Ma'ruf mencontohkan soal khilafah. Ma'ruf mengatakan Islam tidak harus khilafah.

“Misalnya khilafah. Khilafah itu islami, tapi bukan berarti islami itu khilafah. Saudi kan Islami, tapi dia tidak khilafah, dia kerajaaan. Kalau ada khilafah, jelas menyalahi kesepakatan. Saya kira jelas itu, nah ini harus dimiliki wawasannya oleh para khatib,” ujarnya.

3. Khatib harus punya komitmen menjaga kesatuan dan persatuan lewat ceramahnya

Salahi Kesepakatan, Ma'ruf Amin Sebut Islam Gak Harus Khilafah(Khatib tengah memimpin salat Idul Adha di depan masjid Ahmadiyah yang disegel) IDN Times/Irfan Fathurohman

Ma’ruf menambahkan, para khatib juga harus memiliki komitmen untuk bisa menjaga kesatuan dan persatuan. Ia mengingatkan untuk tidak membangun narasi konflik dalam setiap ceramah mereka.

“Jadi sikap intoleran itu yang harus kita pinggirkan, karena intoleran itu yang lahirkan sikap radikalisme. Dan ini harus, jangan sampai khatib menyebarkan sikap seperti bisa gaduh nanti,” tuturnya.

Baca Juga: Heboh Kerajaan, Wapres Ma'ruf: Kita Tidak Akan Biarkan Mereka

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya