Comscore Tracker

Belajar Ikhlas dari Syekh Ali Jaber, Ucap Alhamdulillah saat Musibah

Selalu ada rasa syukur di balik musibah

Jakarta, IDN Times - Syekh Ali Jaber telah pergi. Pria kelahiran Madinah, Arab Saudi yang dikenal luas di Indonesia sebagai pendakwah dan seorang hafiz Qur'an ini menghadapi Ilahi, Kamis (14/1/2021) setelah belasan hari dirawat di RS Yarsi, Jakarta. Syekh Ali dimakamkan di kawasan Pesantren Daarul Qur'an.

Syekh Ali meninggalkan banyak pelajaran lewat ceramah-ceramah yang pernah dilontarkannya yang juga dicontohkannya langsung lewat perbuatan dan sikapnya. Salah satunya soal keikhlasan almarhum dalam menghadapi musibah.

Salah satunya jika kita mengingat kembali peristiwa saat dirinya ikhlas dan bersabar memaafkan pelaku yang menusuk dirinya isi ceramah di Bandar Lampung 23 September 2020.

Syekh Ali punya prinsip hidup yang layak ditiru. Dia berdakwah hanya untuk mencari keridaan Allah SWT. Menurut dia, rida Sang Illahi jauh lebih penting dibandingkan musibah yang menimpanya. Sehingga, Syekh Ali Jaber lebih memilih berpasrah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi musibah.

“Menurut saya kemuliaan seseorang, bukan di saat lagi santai, justru diuji kemuliaan akhlak seseorang ketika sedang menimpa musibah,” ujar Syekh Ali Jaber dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier Podcast, Rabu, 16 September 2020.

1. Syekh Ali Jaber menerima dengan ikhlas musibah yang dialaminya

Belajar Ikhlas dari Syekh Ali Jaber, Ucap Alhamdulillah saat MusibahSyekh Ali Jaber saat memberikan sambutan di Masjid Khadijah, Kota Malang, Jawa Timur, baru-baru ini. Dok. IDN Times/bt

Syekh Ali Jaber menerima dengan lapang dada musibah yang menimpanya. Justru, ia merasakan ketenangan yang luar biasa saat kejadian, hingga beberapa saat kemudian ia tersadar dirinya tengah dalam bahaya.

“Saya mempelajari tidak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan, semuanya telah direncanakan oleh Allah,” ujar dia.

Menurut Syekh Ali Jaber ketika seseorang bereaksi atas takdir dari Allah SWT seperti marah dan sedih, merupakan hal yang sia-sia. Karena hal itu akan memperburuk keadaan dan tidak menyelesaikan masalah yang terjadi.

Namun dia merasa ikhlas bila pelaku divonis mengalami gangguan jiwa oleh penegak hukum. Ia percaya penegak hukum akan melakukan yang terbaik untuk kasusnya. 

“Bila saya marah dan tidak terima, tidak ada manfaatnya. Saya lebih baik menjadi korban sendiri, dibandingkan korban umat banyak,” ujar ulama asal Madinah, Arab Saudi itu.

Bahkan Syekh Ali Jaber amengingatkan jemaahnya agar tidak menghakimi dengan teriakkan “Kasihan! Jangan begitu caranya.” Karena menurut syekh, bagaimana pun pelaku adalah manusia yang harus diperlakukan tidak seperti binatang.

Baca Juga: Syekh Ali Jaber, Sejak Kecil Jadi Hafiz dan Imam di Masjid Madinah

2. Tetap mengucapkan syukur atas musibah yang menimpanya

Belajar Ikhlas dari Syekh Ali Jaber, Ucap Alhamdulillah saat MusibahInstagram.com/syakirdaulay

Pada saat musibah menimpa Syekh Ali Jaber, ia hanya mengucapkan “Alhamdulillah, Innalillahi Wainailaihi Rojiun”. Kalimat ini juga yang dipelajari dia dan juga diajarkan kepada jemaahnya.

Syekh Ali mengatakan mengucapkan “Alhamdulillah” ketika manusia mengalami musibah merupakan hal tersulit. Karena, menurut dia, mengucapkan rasa syukur tidak hanya ketika senang, namun juga ketika sedang mengalami musibah.

“Berarti kata ‘Alhamdulillah’ kita masih mau memuji Allah walau pun kita lagi mengalami musibah. Di situ saya meyakini akan datang ketenangan yang luar biasa,” ujar dia.

Dia mengaku banyak yang menyampaikan pesan doa dari kerabat sesama muslim, bahkan hingga pendeta atas musibah yang dialaminya sekarang.

3. Syekh Ali Jaber dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Qur'an, Tangerang

Belajar Ikhlas dari Syekh Ali Jaber, Ucap Alhamdulillah saat MusibahProses pemakaman Jenazah Syekh Ali Jaber pada Kamis (14/1/2021) (IDN Times/Muhammad Iqbal)

Ulama kondang itu dimakamkan di kawasan Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Qur'an, Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (14/1/2021). Diiringi lantunan tahlil dan doa, ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976 ini ditempatkan di peristirahatan terakhirnya sekitar pukul 16.50 WIB.

Proses pemakaman dipimpin keluarga Syekh Ali Jaber. Itu merupakan makam keluarga Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur menyebut, pemakaman Syekh Ali Jaber dilakukan di Daarul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang atas permintaan keluarga almarhum.

Yusuf mengatakan, permintaan itu datang dari adik almarhum yang sempat mengajar di Daarul Quran yakni Syekh Muhammad Jaber.

"Hari ini kehormatan dan kemuliaan dari Allah (keluarga) Syekh Muhammad memilih Daarul Quran sebagai makam terakhirnya Syekh Ali," kata Yusuf.

Baca Juga: [BREAKING] Penuh Haru, Syekh Ali Jaber Dimakamkan di Daarul Qur'an

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya