Comscore Tracker

AHY Dapat Jatah Menteri dari Jokowi? Ini Penjelasan Demokrat

Jokowi memanggil AHY dalam kapasitas sebagai presiden

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo melakukan pertemuan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu. Hal ini memicu beragam spekulasi.

Santer beredar kabar AHY mendapat tawaran untuk menduduki satu kursi di kabinet Jokowi jika terpilih dalam Pilpres 2019.

Dugaan tersebut semakin menguat saat AHY menghadiri pertemuan dengan sejumlah kepala daerah di Bogor.

Apa yang sebenarnya terjadi dalam pertemuan tersebut?

1. Demokrat: AHY diundang Jokowi

AHY Dapat Jatah Menteri dari Jokowi? Ini Penjelasan DemokratIDN Times/Irfan Fathurohman

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan pertemuan AHY dengan Presiden Jokowi terjadi atas dasar undangan dari istana.

"Ingatlah bahwa Pak Jokowi memanggil Mas AHY itu dalam kapasitas Pak Jokowi sebagai presiden bukan capres," kata Hinca seperti dikutip dari Antara, Senin (20/5).

Sedangkan mengenai kehadiran AHY di Forum Bogor, Hinca mengatakan pertemuan tersebut adalah hal yang wajar karena AHY bisa berdialog dan berdiskusi dalam forum apa saja.

Baca Juga: Demokrat Akhiri Koalisi Prabowo-Sandiaga Pada 22 Mei, Ini Alasannya

2. Hinca tak menyebut isi pertemuan dengan Jokowi

AHY Dapat Jatah Menteri dari Jokowi? Ini Penjelasan DemokratIDN Times/Margith Juita Damanik

Hinca tak menyebut apa isi pertemuan antara AHY dengan Jokowi. Ia juga tak menyinggung sama sekali soal tawaran menteri dari Jokowi kepada AHY.

Demokrat sendiri, kata Hinca, masih berdiri di barisan Prabowo-Sandiaga sampai penghitungan suara Pilpres 2019 selesai di KPU pada 22 Mei.

Baca Juga: Demokrat Akhiri Koalisi Prabowo-Sandiaga Pada 22 Mei, Ini Alasannya

3. Demokrat tak ikut aksi 22 Mei

AHY Dapat Jatah Menteri dari Jokowi? Ini Penjelasan DemokratIDN Times/Irfan fathurohman

Selain itu Hinca juga memastikan partainya tidak akan ikut aksi penolakan hasil Pilpres 2019 yang akan digelar kubu Prabowo-Sandiaga pada 22 Mei mendatang.

Hinca justru menyarankan agar kubu Prabowo-Sandiaga melaporkan dugaan kecurangan yang mereka temukan ke Bawaslu atau MK.

Baca Juga: Demokrat Pastikan Tak Ikut Aksi 22 Mei, Minta Prabowo-Sandiaga ke MK

Topic:

  • Arifin Alamudi

Just For You