Comscore Tracker

Sosok Wanita Pemberi Sate Maut Ditangkap, Ternyata Motif Asmara

Pelaku sakit hati dan ingin racuni T, tapi salah sasaran

Bantul, IDN Times - Kasus takjil maut yang membuat Naba Faiz Prasetya (9), anak seorang driver ojek online meninggal dunia mulai terungkap. Pelaku pemberi sate beracun itu adalah Nani Aprilliani alias Tika (25) dan sudah ditangkap Polda DIY.

Perempuan asal Majalengka, Jawa Barat mengungkap alasan membunuhkan racun pada sate yang dititipkan kepada Bandiman, pengemudi ojek online untuk diantar kepada pria berinisial T.

1. NA bekerja sebagai karyawan swasta

Sosok Wanita Pemberi Sate Maut Ditangkap, Ternyata Motif AsmaraNani Aprilliani alias Tika (25), tersangka pemberi order takjil maut yang tewaskan bocah 9 tahun di Bantul. IDN Times/Daruwaskita

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria, mengatakan Nani sudah lama tinggal di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Ia bekerja sebagai karyawan swasta.‎

"Pelaku kita tangkap pada Jumat (30/4/2021) di kediamannya," katanya, Senin (3/5/2021).

2. Tersangka sebenarnya ingin memberi takjil beracun itu kepada T karena cinta bertolak sebelah tangan

Sosok Wanita Pemberi Sate Maut Ditangkap, Ternyata Motif AsmaraKasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi. IDN Times/Daruwaskita

Berdasarkan keterangan Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, Nani bekerja sebagai pegawai di sebuah salon dan memiliki beberapa pelanggan. Ada salah satu pelanggan salon yang berinisial R yang suka pada Nani, tetapi tersangka tidak suka dengan R. 

Tersangka menyukai pelanggan lain berinisial T. Namun, setiap kali Nani dan T mempunyai masalah, tersangka selalu cerita kepada R. Lalu, R menyarankan Nani untuk memberikan pelajaran kepada T.

"R menyarankan kepada tersangka untuk memberi pelajaran kepada T dengan cara memberikan KCN (kalium sianida) yang dicampur dengan makanan yang memberi efek setelah dimakan hanya muntah dan diare," ucapnya.

Akhirnya Nani mengikuti anjuran dari R dengan membeli sianida secara online. Sianida itu kemudian dicampurkan dengan bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka.

"Ketika hendak memberikan makanan tersebut kepada T, tersangka juga mendapatkan anjuran dari R agar makanan itu dikirim menggunakan ojek online, namun tanpa aplikasi agar tidak diketahui siapa yang mengirim. Dan tersangka mengikuti saran tersebut," papar Ngadi.

Baca Juga: Selama Puasa, Ini 5 Takjil yang Paling Dicari Warga Medan

3. Tersangka akan diancam dengan pasal berlapis‎

Sosok Wanita Pemberi Sate Maut Ditangkap, Ternyata Motif AsmaraDireskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria, SIK. IDN Times/Daruwaskita

Lebih jauh, Burkan mengatakan terungkapnya pelaku berkat kerja sama antara penyidik Polsek Sewon, Polres Bantul, Polresta Yogyakarta, dan juga Polda DIY.

"Kita mengumpulkan bukti-bukti dari CCTV yang ada di sekitar masjid Noor Alam di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta, dan juga keterangan dari ayah korban Bandiman atau pengemudi ojol hingga dari bungkus dari takjil. Dari berbagai alat bukti maka mengarah kepada tersangka NA. Kemudian tersangka kita amankan," ujarnya.

"Tapi memang ada barang bukti yang belum kita dapat yakni jaket warna krem yang dibuang oleh tersangka. Kita cari di TPA Piyungan juga belum ditemukan," katanya lagi.

Tersangka atas perbuatannya akan diancam dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

"Selain itu tersangka itu juga akan diancam dengan UU No 35 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," tandasnya.

4. Berikut kronologi takjil sate maut yang menewaskan Naba anak driver ojek online

Sosok Wanita Pemberi Sate Maut Ditangkap, Ternyata Motif AsmaraBandiman ayah dari Naba, bocah yang tewas usai santap takjil. IDN Times/Daruwaskita

Sebelumnya kasus berawal dari seorang perempuan yang ingin mengirimkan takjil berupa sate kepada seseorang berinisial T. Dia lalu menemui Bandiman, seorang driver ojek online yang sedang beristirahat di sebuah masjid. Namun perempuan tersebut mengaku tak bisa menggunakan aplikasi. 

Bandiman akhirnya bersedia mengantarkan bungkusan makanan tersebut ke alamat yang dimaksud. Tapi T, pria yang menjadi target menolak makanan yang diantarkan Bandiman karena merasa tidak kenal dengan pengirim. Dia lalu mempersilakan Bandiman membawa pulang makanan itu. Akhirnya makanan tersebut dibawa pulang dan dimakan anak Bandiman bernama Naba. Ia akhirnya harus kehilangan nyawa karena makanan tersebut beracun.

Baca Juga: Masih Berduka, Bandiman Penerima Takjil Beracun Belum Bekerja 

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya