Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-11-28 at 12.29.34_5e1a261f.jpg
Berkendara Melewati Banjir (Dok. AHM)

Curah hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah kerap menimbulkan genangan hingga banjir, sehingga menantang para pengendara sepeda motor dalam menjaga keselamatan. Meski berkendara saat banjir sebenarnya tidak dianjurkan, adakalanya kondisi mendesak mengharuskan pengendara tetap melintas.

Untuk meminimalkan risiko mogok maupun kecelakaan, instruktur safety riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara, Eka Yolahati, membagikan sejumlah panduan berkendara aman.

“Ketika menghadapi banjir, hal terpenting adalah memastikan keselamatan diri. Jangan memaksakan melaju apabila kondisi air sudah tidak memungkinkan. Prinsip #cari_aman harus selalu diutamakan dalam situasi seperti ini,” ujar Eka Yolahati.

1. Cek terlebih dahulu kedalaman air

Honda Berikan Bantuan Pengendara Motor yang Mogok Akibat Banjir (Dok. Indako)

Sebelum melintas, pengendara dianjurkan mengecek terlebih dahulu kedalaman air. Jika genangan sudah lebih dari setengah roda, bahkan menyentuh area mesin maupun knalpot, lebih baik menepi dan menunggu air surut. Arus air yang deras juga menjadi indikator kuat untuk mencari jalur lain.

Jika terpaksa melewati genangan, pengendara motor manual sebaiknya menggunakan gigi rendah (gigi satu atau dua)dan menjaga putaran mesin tetap stabil agar tidak mudah mati. Pada motor matik, bukaan gas dilakukan perlahan namun konsisten tanpa berhenti mendadak di tengah genangan.

2. Hindari pengereman mendadak

Kondisi rumah warga yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025).(ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Pengendara juga dianjurkan menghindari pengereman mendadak. Rem belakang dapat menjadi pilihan yang lebih stabil di permukaan licin, sementara rem depan sebaiknya digunakan secara halus agar tidak menimbulkan risiko tergelincir. Selain itu, kecepatan rendah dan jarak aman harus dijaga karena air dapat menutupi lubang maupun batu yang berpotensi membahayakan.

Melintas di belakang truk atau bus juga tidak disarankan karena gelombang air dari kendaraan besar dapat membuat motor oleng dan memicu masuknya air ke area mesin. Dari sisi jalur, hindari bagian tengah jalan yang biasanya lebih dalam akibat saluran drainase. Pilih sisi kiri atau kanan yang cenderung lebih tinggi.

Untuk motor sport atau cub, pengendara perlu lebih waspada terhadap kemungkinan air masuk ke filter udara atau karburator. Jika air mulai terdeteksi masuk, sebaiknya hentikan kendaraan dan dorong motor hingga area aman. Setelah keluar dari genangan, lakukan pengeringan rem dengan cara menekan rem secara perlahan berulang kali.

3. Periksa kondisi oli dan filter udara

Fernando Sirait angkut motor pengendara melewati banjir (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Langkah terakhir adalah memeriksa kondisi oli dan filter udara. Jika oli berubah warna menjadi putih susu, itu adalah tanda masuknya air dan oli harus segera diganti.

“Lebih baik menunggu air surut daripada mengambil risiko yang justru bisa membahayakan perjalanan. Setiap pengendara harus memahami bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, dan ini sejalan dengan semangat #cari_aman,” tutup Eka Yolahati.

Dengan menerapkan panduan tersebut, pengendara diharapkan dapat melintas lebih aman saat menghadapi kondisi jalan tergenang serta tetap menjaga kontrol saat berkendara.

Editorial Team