Comscore Tracker

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren Katili

Popular karena maraknya polusi dan isu lingkungan lainnya

Paradigma membangun rumah terus bergeser mengikuti perkembangan zaman. Era 1980-1990an, konsep rumah nyaman identik berukuran luas dan memiliki taman. 

Era 2000an, muncul konsep minimalis seiring semakin sempitnya lahan untuk membangun.

Kini, paradigma baru kembali hadir, yakni rumah ramah lingkungan seiring dengan maraknya polusi dan isu lingkungan lainnya.

Menurut Ren Katili, arsitek dari Studio Arsitek Tropis, rumah ramah lingkungan merujuk pada rumah yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Lalu, apa saja tips membangun rumah ini untuk millennials?

Mari kita simak tips membangun rumah ramah lingkungan ala arsitek Ren Katili berikut ini!

1. Untuk hunian pribadi, sebaiknya tidak terlalu banyak menggunakan elemen kaca pada dinding atau kamu akan merasa kepanasan

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/Jeremy Bishop

Sebagai panduan untuk rumah yang ada di daerah tropis, Ren menjelaskan perbandingan rumah yang ada di luar negeri dan di Indonesia. Pemahaman seperti ini terbilang penting sebab perbedaan iklim pun mempengaruhi desain rumah. Apalagi, orang kerap terinspirasi desain rumah dari luar negeri.

"Rumah di Eropa merespon iklim di Eropa. Temperaturnya dingin, anginnya kencang. Eropa banyak rumah kaca karena udara dari luar tidak bisa masuk dan kedap. Matahari pun akan tembus dan suhu tertahan. It's not worth di Indonesia," tuturnya.

2. Rancanglah rumah dengan atap naungan. Multifungsi, ia bisa menjadi pelindung dari panas serta hujan

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliIDN Times/Febriyanti Revitasari

Menurut alumnus Technical University of Cologne ini, rumah ramah lingkungan adalah rumah yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Tak terkecuali dengan iklim.

"Mengapa di Indonesia banyak rumah dengan atap naungan? Biar kena bayangan. Biar teduh dan gak panas. Terus melindungi dari hujan," tambahnya. Sebaliknya jika ini diterapkan di luar negeri dengan empat musim, kurang sesuai.

3. Jika mampu, kamu juga bisa gunakan energi dari solar panel. Setelah menyimpan sinar matahari, benda ini mampu memproduksi energi sendiri

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/Pixabay

Solar panel adalah alat yang bisa mengonversikan cahaya matahari menjadi listrik. Selain ramah lingkungan, keunggulannya adalah tidak perlu bahan bakar minyak, tahan lama, dan kapasitas listrik bisa ditambah sesuai kebutuhan.

"Kalau semakin ke sini, harganya mulai turun. Cuma yang masih mahal baterainya. Baterainya itu bisa 2-3 tahun, sementara solar panel 20 tahun," tutur laki-laki yang memang spesialisasinya hunian di daerah tropis tersebut. Meski berkorban biaya di awal, membeli solar panel dapat menjadi pilihan investasi energi untuk jangka panjang. 

4. Hilangkan egomu untuk membeton atau cor seluruh bagian rumah. Sisakan sedikit ruang hijau, lebih bagus lagi jika menggunakan biopori

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/Pixabay

"Tidak secara ego membeton taman luar sehingga ada area terbuka untuk menyerap air hujan dengan baik. Dengan ada rumput atau pohon, bisa mendinginkan ruangan," tips Ren yang lainnya.

Rumahmu pun akan semakin sempurna jika menambahkan biopori pada ruang hijau tersebut. Penyerapan air pun bisa lebih maksimal. "Biopori sebenarnya mempermudah peresapan air ke tanah. Sebaiknya punya itu di setiap rumah Bisa mengurangi resiko banjir," kata laki-laki yang saat ini menjabat sebagai Principal Architect di studionya.

5. Bila memang diharuskan menggunakan AC, pastikan volume bangunan lebih kecil sehingga mempercepat proses pendinginan

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/Pixabay

"Bangunan yang memang sudah diprioritaskan pakai AC, paling tidak volume bangunannya kecil," kata dia. Ren lalu mendemonstrasikan dua buah bangunan dari gelas pendek dan botol yang tinggi. Gelas pendek akan lebih mudah didinginkan ketimbang botol tinggi lantaran volume ruangnya yang tidak sebesar botol. Dengan begitu, energi listrik yang dipakai pun tidak berlebihan.

Selain itu, penggunaan kaca jendela lebih efektif jika berjenis double atau triple glass. "Dari luar sudah panas. Dengan adanya tiga lapisan, dalamnya lebih sejuk karena dinginnya tertahan seperti termos," lanjutnya. Udara dingin pun tidak langsung bersentuhan dengan panas lantaran ada ruang kedap udara di antara lapisan kaca tersebut.

6. Minimalisir banyak ruang atau sekat dalam rumah. Sebaliknya, ruang yang lebih luas justru bakal terasa lebih sejuk dan lega

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/Milly Eaton

"Di Eropa, kebanyakan rumah punya banyak ruang karena untuk menyimpan hawa panas saat malam hari. Tapi, gak bisa kayak gitu di Indonesia," kata laki-laki yang pernah menetap di Jerman tersebut. Menurutnya, rumah di Indonesia harus memiliki ruang lebar dan lega agar udara mengalir cukup. Juga, tidak terasa gerah baik pada siang maupun malam hari.

Baca Juga: Sudah Tahu? Ini 3 Cara Mencuci Sepatu Kulit Agar Tetap Awet

7. Ventilasi tidak melulu harus di bagian atas dinding, lho! Idealnya, ada ventilasi lagi di posisi orang itu biasanya berada

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/Pedro Sandrini

Menurut Ren, selama ini ventilasi diletakkan di atas untuk mengantisipasi udara panas. Udara panas sendiri bersifat ringan, sehingga harus dikeluarkan melalui lubang tersebut. "Tapi orang juga di bawah, gak bisa setinggi itu. Harus ada ventilasi yang di bawah agar udara mengenai kulit kita untuk melepaskan panas dan pendinginan," sambungnya.

Ia memberi contoh kasus tersebut pada bangunan masjid. "Orang bersila. Usahakan ventilasi setinggi orang bersila," katanya lagi.

8. Tanam pohon untuk memfilter debu, polusi, dan mendinginkan rumah. Bayangkan kalau ada ratusan rumah bisa begini, dijamin lebih sejuk!

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/Pixabay

"Sebelum hijaukan ruang dalam, hijaukan dulu luarnya. Sebelum hijaukan rumah, hijaukan dulu kotanya," tegas Ren. Jika tidak mungkin menanam pohon, kamu bisa memperbanyak tanaman di hunianmu meskipun itu dari pot. Menurutnya juga, hal ini akan semakin positif jika dilakukan serentak oleh banyak orang.

"Karena ketika mereka punya kesadaran yang sama, mereka bisa menekan pemerintah," kata dia. Menekan yang dimaksud di sini adalah sama-sama melakukan penghijauan kota dan gerakan ramah lingkungan lainnya. Karena jika hunian pribadi sudah hijau dan kotanya tidak demikian, rasanya usaha menangkal debu dan polusi pun tetap kurang maksimal.

9. Tidak ada salahnya juga mengaplikasikan konsep rumah adat pada hunianmu. Selain lebih unik, mereka terbukti lebih ramah lingkungan lho!

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliDok.IDN Times/istimewa

Menurut Ren, rumah tradisional sudah pasti masuk ke dalam kategori rumah ramah lingkungan. Ini karena hunian tersebut sudah dibangun secara turun temurun dan melewati proses belajar bertahun-tahun. "Kenapa joglo tidak ada banyak dinding? Karena biar dingin dan sejuk," tuturnya mencontohkan.

Contoh lainnya lagi adalah rumah panggung yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. "Kenapa rumah panggung? Karena kelembapan tanah yang dingin. Rumah tradisional telah ditempa waktu lama untuk beradaptasi di Indonesia," jelas dia.

10. Untuk mereduksi energi yang terpakai, kurangilah menggunakan bahan atau material bangunan impor

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/Fancycrave.com

Beberapa orang barangkali menginginkan bahan terbaik untuk rumahnya demi kekokohannya. Karena itu, material terbaik dan termahal yang didatangkan dari luar negeri, akan dipilih. Namun Ren memandangnya tidak terlalu urgen, apalagi dalam konteks rumah ramah lingkungan.

"Tidak perlu pakai bahan impor agar tidak menggunakan energi berlebih. Karena perlu trransportasi dari luar juga," beber partner kerja Albertus Prawata ini. Sementara itu proses transportasi dan distribusi bahan tersebut pastinya akan melibatkan penggunaan bahan bakar minyak, yang mana turut bersumbangsih pada polusi lingkungan.

11. Mulailah mengurangi penggunaan transportasi pribadi agar udara kota lebih bersih. Ini juga berpengaruh lho dengan kualitas udara di rumah!

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/bruce mars

Selain menggunakan transportasi umum, bersepeda atau jalan kaki bisa menjadi pilihan tidak langsung untuk mewujudkan rumah ramah lingkungan. "Satu orang pakai motor lebih baik daripada satu orang pakai mobil karena bikin kemacetan," tuturnya.

Jika hal-hal ini dapat kita wujudkan, niscaya udara akan lebih bersih dan kualitasnya membaik. Namun, hal ini tidak bisa diwujudkan sendirian. Untuk menjadikannya nyata, setidaknya harus dimulai gerakan dari satu kota.

12. Jangan ragu bertemu dan konsultasi dengan arsitek. Walau sekilas terlihat mahal, namun karya nyatanya bakal menemanimu bertahun-tahun!

Mau Bangun Rumah Ramah Lingkungan, Ini 12 Tips dari Arsitek Ren KatiliPexels/rawpixel.com

"Kalau katanya arsitek mahal, biasanya itu mitos. Ketemu aja dulu. Arsitek akan menemani sepanjang tahun. Dijamin rumah yang menggunakan jasa arsitek akan berbeda jauh daripada yang tidak," ucapnya. Ini karena arsitek memiliki ilmu untuk membantu permasalahan.

"Sama kayak orang sakit, datangnya ke dokter. Jangan ke dukun. Minimal, akan punya wawasan yang berbeda daripada yang belum bersentuhan dengan dunia arsitek," Ren menutup perbincangan.

Bedanya, kita akan menggunakan jasa dokter hanya beberapa hari hingga penyakit sembuh. Sementara itu, arsitek akan digunakan setidaknya selama setahun. Investasi masa depan yang baik, bukan?

Nah itu dia tips membangun rumah ramah lingkungan ala arsitek Ren Katili. Gimana, terinspirasi gak untuk mencoba?

Baca Juga: Kaya Raya di Ikatan Cinta, Ini Rumah Asli Arya Saloka di Dunia Nyata

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya