Comscore Tracker

Kisah Perjuangan Ariel Tatum Bangkit dari Gangguan Mental BPD

Ariel Tatum sadar alami gangguan mental saat usia 13 tahun

Nama artis Ariel Tatum sangat familiar di kalangan Millennial. Namun di balik kesuksesannya saat ini, ternyata Ariel Tatum pernah menghadapi gangguan mental BPD (Borderline Personality Disorder).

Penasaran dengan kisahnya berjuang melewati gangguan mental yang ia alami? Simak pengakuan Ariel Tatum berikut ini.

1. Ariel pertama kali mengetahui bahwa dirinya memiliki gangguan mental saat berusia 13 tahun

Kisah Perjuangan Ariel Tatum Bangkit dari Gangguan Mental BPDAriel Tatum dalam acara #RealTalk yang diselenggarakan oleh Instagram bekerja sama dengan IDN Media di Kantor IDN Media. 13 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

"Pertama kali banget aku merasa ada yang janggal dengan diriku di usia 13 tahun. Di momen itu juga aku sempat mencoba untuk bunuh diri," terang Ariel. Perempuan berzodiak scorpio itu juga mengatakan bahwa rasa kosong di dalam dirinya menjadi salah satu alasan dia memiliki pikiran jika ada yang janggal pada dirinya.

"Alasannya ya karena memang dari dulu aku selalu merasa kosong dan kau gak tau bagaimana cara mengisi kekosongan itu," tambahnya.

Baca Juga: Bikin Pangling, 10 Potret Asli Kiki Pembantu Aldebaran di Ikatan Cinta

2. Kala itu, ia menyisihkan uang untuk bisa pergi ke psikolog atau psikiater

Kisah Perjuangan Ariel Tatum Bangkit dari Gangguan Mental BPDAriel Tatum dalam acara #RealTalk yang diselenggarakan oleh Instagram bekerja sama dengan IDN Media di Kantor IDN Media. 13 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Karena merasa takut untuk mengatakan bahwa ada yang janggal di dalam dirinya kepada orangtua, Ariel pun mulai menyisihkan uang jajannya untuk pergi ke psikolog. Namun, setelah datang psikolog hingga beberapa kali, Ariel merasa bahwa tidak ada yang benar-benar bisa memahaminya.

"Karena aku punya rasa takut dan takut juga bilang ke orangtua kalau punya penyakit mental, jadi aku menyisihkan uang untuk cari psikolog atau psikiater. Akhirnya, aku datang ke beberapa psikolog, mungkin waktu itu 5 kali, dan sampai aku merasa mereka gak bisa memahami aku dengan benar," katanya.

3. Ariel pun sempat mengambil studi jurusan psikologi untuk mengetahui kondisi dirinya

Kisah Perjuangan Ariel Tatum Bangkit dari Gangguan Mental BPDAriel Tatum dalam acara #RealTalk yang diselenggarakan oleh Instagram bekerja sama dengan IDN Media di Kantor IDN Media. 13 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Selain itu, perempuan berusia 24 tahun ini juga menuturkan jika saat memasuki usia dewasa, dirinya sempat melanjutkan studi jurusan psikologi untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Akan tetapi, masa studinya tersebut hanya berjalan sampai 4 semester saja, dan sadar untuk mulai mencari psikolog kembali.

"Beberapa tahun selanjutnya aku ambil kuliah jurusan psikologi tetapi hanya 4 semester. Di situ aku mulai sadar bahwa kita gak bisa hanya datang sekali lalu langsung menemukan kesimpulan kita punya masalah apa gitu. Jadi, aku cari psikolog lagi yang benar-benar bisa mengerti aku," ucap Ariel.

Perempuan kelahiran Jakarta ini juga memberikan beberapa tips bagi siapa pun yang ingin datang ke psikolog. Salah satunya adalah dengan mencari psikolog yang bena-benar bisa membuat kita nyaman untuk bercerita.

"Dalam memilih psikolog, kita juga harus cari psikolog yang benar-benar bisa membuat kita nyaman untuk bercerita. Kita butuh beberapa kali terapi, tulis beberapa kejadian yang bisa di rangkai untuk jadi satu kesatuan. Butuh usaha dan disiplin yang tinggi untuk bisa mengetahui apa yang ingin kita ketahui," jelasnya.

4. Salah satu cara yang ia terapkan untuk bangkit dari keadaan tersebut adalah dengan self love

Kisah Perjuangan Ariel Tatum Bangkit dari Gangguan Mental BPDAriel Tatum dalam acara #RealTalk yang diselenggarakan oleh Instagram bekerja sama dengan IDN Media di Kantor IDN Media. 13 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Dalam acara bincang-bincang tersebut, Ariel juga menceritakan jika self love menjadi kunci yang selalu ia lakukan agar bisa bangkit dan kembali bahagia. Namun, menurutnya self love setiap orang berbeda-beda. Sehingga, kamu harus tahu mengetahui apa yang kamu suka dan tidak suka terlebih dahulu.

"Self love orang berbeda-beda. Jadi meskipun teman kamu punya self love tertentu, seperti belanja ke mal, itu belum tentu self love kamu. Jadi kamu harus tahu apa yang kamu suka dan tidak suka. Apa yang membuat kamu suka, ya lakukan," katanya.

Ariel juga menambahkan bahwa kebahagiaan yang ia rasakan saat ini ada karena ia memilih untuk bahagia. Ini karena banyak orang yang menurutnya selalu berkata bahwa dirinya tidak bahagia.

"Aku bahagia karena aku memilih untuk bahagia. Banyak orang yang bilang bahwa dirinya tidak bahagia, padahal kalau demikian kan kamu bisa meninggalkan itu dan memilih untuk jadi bahagia. Bahagia bukan dari material, atau jumlah pengikut di media sosial, kok," tegasnya.

5. Isu kesehatan mental yang semakin ramai saat ini membuatnya membangun sebuah kampanye bernama #LetsEndTheShame

Kisah Perjuangan Ariel Tatum Bangkit dari Gangguan Mental BPDAriel Tatum dalam acara #RealTalk yang diselenggarakan oleh Instagram bekerja sama dengan IDN Media di Kantor IDN Media. 13 Maret 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Untuk memecahkan stigma mengenai gangguan mental dan rasa takut datang ke psikolog, Ariel pun membuat sebuah kampanye bernama #LetsEndTheShame pada Oktober 2019 lalu. "#LetsEndTheShame aku buat pada Oktober 2019 lalu, dengan visi misi untuk mengakhiri rasa malu membicarakan gangguan mental, dan ketika ingin pergi ke psikolog," jelasnya. 

Kampanye tersebut ia jalankan di media sosial dengan cara membagikan segala informasi mengenai kesehatan mental di instagram, baik melalui story maupun feed. Jadi, siapa pun yang membutuhkan informasi mengenai kesehatan mental ataupun butuh bantuan untuk bertemu psikolog, silahkan langsung cek instagram Ariel Tatum.

Pada akhir perbincangannya, Ariel memberikan satu quote yang selalu ia pegang teguh dari dahulu hingga saat ini, yaitu be strong enough to stand alone, be brave enough to know when you need help, and be wise enough to get along. 

Semoga kisah Ariel Tatum tersebut bisa menginspirasi kamu untuk lebih berani menyuarakan masalah kesehatan mental dan masalah lain yang ada di dalam diri kamu, ya.

Baca Juga: Gak Banyak yang Tahu, 10 Artis Indonesia Ini Ternyata Asli Korea

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya