Comscore Tracker

Begini Cara Danilla Melawan Body Shaming dan Stigma Perempuan Bertato 

Perempuan bertato jangan dianggap buruk!

Berbakat, bebas dan berani, itulah tiga kata yang mewakili Danilla Riyadi. Perempuan kelahiran 12 Februari 1990 ini terkenal sebagai musisi indie dengan ciri khas suara berat dengan genre musik pop. Meskipun cenderung menyanyi lagu mellow, Danilla memiliki citra sebagai perempuan yang berani.

Ia tidak suka berpura-pura hanya demi citra yang baik. Danilla terkenal sebagai musisi yang suka tampil apa adanya di panggung, tanpa makeup berlebih atau baju mewah. Danila berani untuk menjadi dirinya sendiri.

1. Musik adalah caranya menyampaikan pesan

Begini Cara Danilla Melawan Body Shaming dan Stigma Perempuan Bertato instagram/danillariyadi

Danilla adalah anak dari Ika Ratih Poespa, penyanyi jazz, penulis lagu, dan produser rekaman berkebangsaan Indonesia. Selain itu, dua pamannya, Dian Pramana Poetra dan Henry Restoe Poetra merupakan musisi populer di tahun 80an. Tak heran, darah musik mengalir kental di dalam diri Danilla.

Sejak kecil, ia suka menyanyi dan menganggap musik adalah media curhatnya. Danilla merasa lebih bebas mengutarakan apa yang ia pikirkan dan rasakan dari lagu. Oleh karena itu, perempuan dengan nama lengkap Danilla Jelita Poetri Riyadi ini lebih sering menyebut dirinya sebagai pengantar pesan daripada musisi.

2. Senang menjadi perempuan bertato

Begini Cara Danilla Melawan Body Shaming dan Stigma Perempuan Bertato instagram/danillariyadi

Danilla mencintai tato sejak tahun 2012. Tato pertama yang dilukiskan adalah tato kuda dan sejak itu ia senang dengan seni merajah tubuh tersebut. Meskipun Ia tahu bahwa ada stigma buruk mengenai perempuan bertato, namun Danilla tidak memusingkan hal tersebut. Justru, dia malah senang dengan keberadaan stigma tersebut.

"Aku suka sih sebetulnya tanggapan itu, karena ketika mereka melihat perempuan bertato itu 'jelek' pada saat kita senyumin, kita bisa membuat dia lebih pusing lagi," papar Danilla di kantor IDN Media, Selasa (3/9).

Danilla membagikan pengalamannya terhadap stigma perempuan bertato. Ia pernah bertemu dengan kakek yang memberikan tatapan tidak enak kepada dirinya yang penuh tato. Untuk menanggapi kakek tersebut, Danila hanya tersenyum dan hal itu membuat si Kakek bingung. 

3. Sering menerima body shaming, namun bijak menghadapinya

Begini Cara Danilla Melawan Body Shaming dan Stigma Perempuan Bertato instagram/danillariyadi

Menjadi perempuan yang apa adanya, Danilla sering mendapat komentar-komentar tidak enak dari masyarakat. Terlebih di akun sosial media-nya. Danilla sering mendapat 'body shaming' dalam kolom komentar di akun instagramnya. Body shaming yang diterima ini berupa ejekan 'gendut' untuk bentuk tubuhnya. Awalnya, Danilla sempat merasa tidak nyaman dengan body shaming yang ia terima. Namun kini Ia bisa menanggapi masalah tersebut dengan bijak.

"Mereka bebas komen apa aja sih, mereka bebas ngomong apa aja, itu media sosial dibuat untuk orang-orang yang bebas. Ya kalau lu berani main medsos berarti lu harus berani dicela, atau berani dicaperin. Menurutku itu adalah mainan yang seru aja, sih," ujar pelantun Senja di Ambang Pilu tersebut.

Danilla juga menjelaskan bahwa banyak perempuan zaman sekarang yang masih terpengaruh dengan body shaming ini. "Susah sih, kadang ada orang yang kurus tapi masih merasa gendut. Standarnya aku gak tau di mana. Lingkungan sih sebenernya yang memengaruhi."

Baca Juga: Kenalan Yuk dengan Danilla, Penyanyi Indie Bersuara Khas

4. Perempuan hebat versi Danilla

Begini Cara Danilla Melawan Body Shaming dan Stigma Perempuan Bertato IDNTimes/Lia Hutasoit

Sebagai musisi ternama, ternyata Danilla merasa perempuan yang hebat justru mereka yang mampu menjalankan kodratnya sebagai perempuan. Meskipun memiliki citra sebagai perempuan yang bebas, Ia sadar dirinya tetap harus menjalankan kodratnya sebagai perempuan.

"Perempuan yang hebat itu, perempuan yang tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan. Perempuan harus bisa melakukan pekerjaan yang laki-laki tidak bisa. Intinya dia harus tau dia bisanya apa, dia harus bagus di hal itu, tapi tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan," ujar alumni Universitas Persada Indonesia YAI ini.

5. Danilla terjun ke dunia lewat Koboy Kampus dan The Pretty Boys

Begini Cara Danilla Melawan Body Shaming dan Stigma Perempuan Bertato imdb.com

Selain terkenal sebagai musisi, Danila juga terjun ke dunia akting. Perempuan berusia 29 tahun ini mengawali debutnya sebagai aktris pada film Koboy Kampus. Selanjutnya, Danilla akan beradu peran dengan Desta dan Vincent dalam film The Pretty Boys.

Karakter Danilla dalam film ini adalah Asty, seorang yang terkesan simpel dan cuek padahal perasa. Film ini tayang pada tanggal 19 September 2019 lalu.

Baca Juga: Desta & Vincent Bikin Film, Ini 10 Fakta Unik The Pretty Boys

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya