Comscore Tracker

Sudah 1 Januari 2020, Harga Rokok Naik 35 Persen 

Tarif cukai naik pengusaha rokok siap tak siap

Jakarta, IDN Times - Tahun sudah berganti beberapa waktu lalu. Beberapa perubahan akan terjadi di tahun 2020 ini. Termasuk harga rokok.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi memastikan kenaikan tarif cukai rokok per 1 Januari 2020 tepat pukul 00.00 WIB. Tarif cukai yang naik tentu berpengaruh pada harga rokok di pasaran.

Kenaikan tarif cukai ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

"Saya kira reguler, normal aja. Karena itu sistemnya kan sudah berjalan yah," kata Heru soal berlakuknya tarif cukai baru di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12).

Harga rokok akan naik sekitar 35 persen. Lantas seperti apa nantinya?

1. Para pengusaha rokok sudah siap akan kenaikan ini

Sudah 1 Januari 2020, Harga Rokok Naik 35 Persen ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Heru yakin hal ini tidak akan menimbulkan masalah karena ia yakin pengusaha rokok sudah memahami sistem yang berlaku.

"Sudah sudah siap semuanya yah. Karena ini kan hanya masalah tarif saja ya. Kalau sistem yang lainnya sama," ujarnya.

Ia menambahkan perubahan tarif rokok ini sudah tetap dan tidak ada perubahan dengan sistem atau regulasinya.

Baca Juga: Merokok di KTR, 18 Orang Jalani Sidang Terbuka di Medan

2. Sudah boleh jual rokok dengan harga baru?

Sudah 1 Januari 2020, Harga Rokok Naik 35 Persen IDN Times/Hana Adi Perdana

Ketika ditanya apakah penjual rokok sudah boleh menjual rokok dengan harga terbaru, Heru tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan perlu mempelajari hal tersebut terlebih dulu.

"Itu saya harus pelajari dulu, karena nanti pada bingung nanti," katanya.

3. Terkait ketentuan kenaikan tarif cukai rokok

Sudah 1 Januari 2020, Harga Rokok Naik 35 Persen IDN Times/Arief Rahmat

Kenaikan cukai ini merupakan hasil rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, September 2019 lalu. Aturan soal ini kemudian dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Tarif cukai untuk jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) naik sebesar 29,96 persen. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49 persen, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84 persen.

Ambil contoh rokok Sampoerna A Mild filter yang harganya berkisar Rp23-25 ribu per bungkus. Dengan adanya kenaikan tarif cukai ini, maka per 1 Januari, harga rokok Sampoerna A Mild filter mencapai Rp29.890-Rp32,490.

Baca Juga: Harga Rokok Naik Pelan-pelan Agar Konsumen Gak Kaget

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya