Comscore Tracker

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Resesi

Negara-negara adidaya juga alami resesi

Jakarta, IDN Times - Dampak pandemik COVID-19 terasa begitu berat. Memukul berbagai sektor tidak hanya kesehatan. Tapi juga ekonomi. Hampir seluruh kegiatan ekonomi dunia terganggu.

Akibatnya banyak negara yang mengalami resesi karena pertumbuhan ekonominya memprihatinkan. Indonesia resmi mengalaminya ekonomi minus di dua kuartal. Teranyar di kuartal III minus 3,49 persen.

Sebelum Indonesia, ada beberapa negara yang sudah lebih dulu mengalami resesi.

1. Singapura

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiIlustrasi Singapura (IDN Times/Sunariyah)

Singapura terjerembap dalam jurang resesi. Hal itu diketahui setelah Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Negeri Singa anjlok 41,2 persen pada kuartal II 2020.

Institusi itu menyebut ekonomi Singapura terkoreksi secara tahunan (YoY) 12,6 persen memasuki kuartal kedua tahun 2020. Padahal, di kuartal pertama, perekonomian Singapura sudah mengalami penurunan 0,3 persen. 

MTI mengatakan GDP di kuartal pertama mengalami angka negatif karena pemerintah menerapkan semi lockdown yang disebut "circuit breaker."

2. Malaysia

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiIlustrasi Menara Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia (IDN Times/Santi Dewi)

Mengutip S&P global, ekonomi Malaysia jatuh ke dalam jurang resesi usai pertumbuhan ekonominya anjlok minus 16,5 persen di kuartal II 2020. Pada kuartal I 2020, ekonomi Malaysia minus 2 persen.

Secara tahunan menurut Bank Sentral setempat, ekonomi Malaysia mengalami kontraksi minus 17,1 persen pada kuartal II 2020. Anjloknya ekonomi merupakan yang pertama sejak krisis keuangan global. Anjloknya ekonomi di Malaysia menjadi yang terdalam sejak krisis keuangan Asia tahun 1998.

3. Filipina

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiIlustrasi kota Manila di Filipina. unsplash.com/Charles

Selanjutnya ada Filipina yang mencatat rekor kontraksi terdalam pada kuartal II-2020. Pertumbuhan ekonomi Filipina minus 16,5 persen pada periode April-Juni. Kebijakan lockdown di Filipina mempengaruhi kontraksi ekonomi tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Filipina menjadi yang terburuk sejak 1981. Pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Filipina tercatat minus 15,2 persen.

4. Thailand

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiIlustrasi Temple di Thailand (IDN Times/Dwi Agustiar)

Negara tetangga Indonesia lainnya, Thailand, juga mengalami kontraksi terburuknya dalam dua dekade terakhir. Konsil Pengembangan Ekonomi dan Sosial Nasional mengumumkan pertumbuhan ekonomi Thailand minus 12,2 persen pada kuartal II-2020 Adapun pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Negeri Gajah Putih tercatat minus 1,8 persen.

5. Korea Selatan

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiIlustrasi pejalan kaki di Korea Selatan menyeberang jalan dan mengenakan masker (ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji)

Korea Selatan (Korsel) telah mengumumkan bahwa ekonomi mereka mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi Korsel dua kali berturut-turut tumbuh negatif. Sebelumnya, di kuartal-I, ekonomi mereka minus 1,3 persen, di kuartal-II 2020 pertumbuhan ekonominya kembali turun menjadi 3,3 persen.

Ekonomi terbesar keempat di dunia ini memasuki resesi teknis dengan kontraksi terburuknya sejak 1998. Ekspor barang dan jasa di mana ekonomi yang bergantung, anjlok 16,6 persen, terburuk sejak kuartal terakhir 1963.

6. Jepang

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Resesiunsplash.com/Cory Schadt

Pertumbuhan ekonomi Jepang tercatat minus 1,9 persen di kuartal I dan minus 0,6 di kuartal kedua (qtq). Sementara itu, PDB Jepang mengalami penurunan tahunan sebesar 3,4 persen pada kuartal I 2020. 

Negara dengan perekonomian terkuat di dunia itu pun jatuh dalam jurang resesi untuk pertama kalinya dalam 4,5 tahun.Terakhir kali, mereka mengalami resesi di paruh kedua 2015.

7. Hong Kong

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiSuasana demonstrasi menolak Undang-undang Keamanan Nasional di Hong Kong pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu

Hong Kong kembali memperpanjang resesinya. kembali mengalami kontraksi atau minus 9 persen di kuartal-II 2020 secara tahun ke tahun (YoY) dari data Rabu (29/7/2020). Ini adalah kontraksi empat kuartal berturut-turut untuk pusat ekonomi global ini. Di mana aktivitas ekonomi sudah susut sejak pertengahan 2019, saat protes besar-besaran massa anti-Beijing terjadi.

Meski begitu, data terbaru menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding kuartal-I 2020, minus 9,1 persen (YoY). Secara kuartal ke kuartal (QtQ), ekonomi minus 0,1 persen di kuartal II-2020 ini.

Baca Juga: Indonesia Resmi Masuk Jurang Resesi, Ini Dampaknya untuk Kita

8. Jerman

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiWarga berolahraga di balkon mereka mengikuti instruktur pelatih kebugaran Patricio Cervantes di tengah meluasnya penularan virus corona (COVID-19) di Hamburg, Jerman, Kamis (26/3/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Fabian Bimmer)

Resesi tidak hanya menghantam negara-negara Asia. Negara di Eropa juga ikut mengalami resesi. Jerman adalah negara di Benua Biru sekaligus di Eropa Barat pertama yang mendeklarasikan diri mengalami resesi.

Pertumbuhan ekonomi Negeri Panzer mengalami kontraksi di kuartal II 2020. Secara kuartal ke kuartal (QtQ) ekonomi Jerman minus 10,1 persen. Sebelumnya di kuartal-I 2020, ekonominya minus 2,2 persen. Secara tahunan (year on year/YoY) ekonomi Jerman, juga minus 11,7 persen. Sebelumnya di kuartal I 2020, ekonomi Jerman tercatat minus 2,3 persen.

9. Inggris

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiIlustrasi jalanan protokol di London, Inggris (IDN Times/Anata)

Lalu ada Inggris yang mencatatkan pertumbuhan negatif sejak kuartal pertama. Pada kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi mereka minus 1,7 persen.

Sedangkan pada kuartal II, Inggris mengalami kontraksi 20,4 persen dari kuartal sebelumnya atau 21,7 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu terjadi karena kebijakan lockdown yang diterapkan.

10. Prancis

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiSeorang pria dengan masker menyeberang di jalan Rue de Rivoli yang kosong setelah Paris memberlakukan 'lockdown' untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19 di Paris, Prancis, Rabu (18/3). ANTARA FOTO/REUTERS/Christian Hartmann

Prancis juga mengalami hal serupa. Negara yang terkenal dengan sektor mode atau fashion-nya mengalami pertumbuhan ekonomi minus 13,8 persen pada kuartal II setelah sebelumnya minus 5,7 persen di kuartal I. Kondisi diperburuk dengan diboikotnya sejumlah produk Prancis di negara-negara Islam karena kontroversi pidato Presiden Emmanuel Macron.

11. Italia

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Resesiunsplash.com/claudiohirschberger

Di benua Eropa Selatan ada dua negara yang tercatat mengalami resesi. Salah satunya adalah Italia yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi minus 5,5 persen pada kuartal I. Kontraksi berlanjut hingga kuartal II yang tercatat minus 17,3 persen. Italia pun terjun ke jurang resesi.

12. Spanyol

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Resesiunsplash.com/dennisvandenworm

Negara di Eropa Selatan lainnya adalah Spanyol. Negara matador ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi minus 18,5 persen (qtq) pada kuartal II atau minus 22,1 persen (yoy).

Ini adalah resesi terdalam bagi spanyol. Kontraksi ini berturut-turut setelah pada kuartal I Spanyol mengalami kontraksi minus 4,1 persen (qtq) atau 5,2 persen (yoy).

13. Polandia

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiGoogle Street View

Polandia adalah negara yang paling belakangan mengalami resesi di dataran Eropa. Pertumbuhan ekonomi mereka minus 8,9 persen pada kuartal II setelah pada kuartal I minus 0,4 persen. Dilansir dari Aljazeera, ini adalah resesi pertama mereka sejak akhir era komunis lebih dari 30 tahun yang lalu, menurut data yang diterbitkan oleh kantor statistik Polandia.

Baca Juga: Bukan Lagi Resesi, Ekonomi RI Mendekat ke Depresi

14. Swiss

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Resesipasja1000 dari Pixabay" target="_blank">pixabay.com/pasja1000

Mengutip Reuters, Swiss juga resmi mengalami resesi setelah perekonomiannya terkontraksi minus 8,2 persen pada kuartal II. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Swiss sudah minus 2,6 persen pada kuartal I. 

Berdasarkan catatan State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss hal tersebut merupakan kontraksi paling tajam sejak 1980. Pemicu utama resesi ialah karena pandemi COVID-19.

15. Amerika Serikat

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiWarga mengunjungi Mal Destiny USA di Syracuse, New York, Amerika Serikat, pada 10 Juli 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Maranie Staab

Amerika Serikat (AS) menyusul negara lainnya yang telah terjerambap dalam jurang resesi. Ekonomi AS terkontraksi atau tumbuh minus 32,9 persen pada kuartal II 2020.

Jatuhnya Negeri Paman Sam ke jurang resesi lantaran pada kuartal I 2020 ekonominya juga terkontraksi sebesar minus 5 persen. Dengan demikian, AS resmi mengalami resesi karena telah dua kuartal (enam bulan) berturut-turut ekonominya tumbuh negatif.

16. Kanada

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiSeorang warga berpose untuk foto saat sedang menggunakan ember untuk membersihkan salju di sekeliling tendanya di perkemahan tunawisma Oppenheimer Park setelah badai menyebabkan suhu udara menyentuh titik terendah -7 derajat Celcius dan salju setinggi lebih dari 30 cm dalam semalam di pusat kota Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 16 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Jesse Winter

Ekonomi Kanada terkontraksi sebesar 38,7 persen pada kuartal II 2020. Dalam basis kuartalan (qtq), pertumbuhan ekonomi Kanada kuartal II minus 11,5 persen atau dalam basis tahunan (YoY), minus 13 persen.

Sebelumnya perekonomian Kanada minus 2,1 persen  di kuartal I 2020. Sementara dalam basis tahunan minus 0,9 persen.

17. Australia

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiPexels/BrettStone

Australia pun resmi mengalami resesi setelah pada kuartal II 2020, mengalami kontraksi sebesar 6,3 persen (yoy). PDB mereka turun 7 persen dibandingkan kuartal I 2020.

Ini adalah resesi pertama yang dialami Australia dalam 30 tahun terakhir. Selain itu, ini juga merupakan penurunan kuartalan terbesar Australia sejak 1959.

18. Brasil

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu ResesiPemakaman massal warga Brasil yang meninggal akibat COVID-19 (ANTARA FOTO/REUTERS/Ricardo Moraes)

Perekonomian Brasil mengalami kontraksi 9,7 persen (qtq) pada kuartal II 2020. Brasil pun resmi masuk ke jurang resesi setelah sebelumnya pada kuartal I, ekonominya tercatat minus 0,3 persen. Penyebab resesi yang dalam ini ialah penerapan lockdown saat pandemik ini. Itulah 18 negara yang sudah masuk ke dalam jurang resesi.

Baca Juga: Jurus agar Bisnis Bisa Bertahan Hadapi Resesi

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya