Comscore Tracker

Benarkah Mitos Menabrak Kucing Bisa Bikin Sial? Ini Sejarahnya

Kucing salah satu hewan yang istimewa bagi manusia

Jakarta, IDN Times - Di jalanan saat mengendari kendaraan, ada banyak mitos yang beredar. Salah satunya adalah kucing. Mitosnya, jika menabrak kucing sampai mati bisa bikin sial pengendara.

Jika tidak mau celaka, pengendara harus mengubur kucing yang mati ditabraknya. Banyak pengendara yang percaya dan melakukan hal-hal tersebut. Benarkah mitos tersebut? Tentu saja gak ada yang bisa memastikannya.

Tapi kucing dan manusia punya sejarah panjang yang perlu ditelusuri. Mungkin ada hubungannya dengan mitos tersebut. Pengin tahu? Yuk, kita simak mitos tersebut!

1. Kucing pernah dianggap sebagai penjelmaan Dewi Bastet

Benarkah Mitos Menabrak Kucing Bisa Bikin Sial? Ini Sejarahnyaspiritualray.com/

Kucing telah menjadi binatang peliharaan manusia sejak lama. Bahkan pada tahun 4.000 SM, kucing sudah dipelihara oleh orang-orang Mesir. Saat itu kucing dipelihara untuk menjaga bahan pangan dari jarahan tikus.

Bahkan orang-orang Mesir Kuno ada yang menganggap kucing sebagai jelmaan Dewi Bastet. Sehingga, selain dipelihara, kucing juga sangat dijaga. Bahkan kucing diperlakukan sebagai manusia.

Saat itu, siapa pun yang membunuh kucing akan dibunuh. Kucing yang mati pun akan dikuburkan layaknya manusia. Mungkin dari tradisi Mesir Kuno ini kemudian muncul mitos menguburkan kucing yang mati tertabrak bisa mencegah nasib sial. 

Baca Juga: 10 Meme Gombalan Para Kucing yang Kocak, Bukan Romantis Malah Ngakak!

2. Kucing sering diasosiasikan dengan penyihir

Benarkah Mitos Menabrak Kucing Bisa Bikin Sial? Ini SejarahnyaUnsplash/Marcus Lange

Lain di Mesir, lain pula di Eropa. Pada Abad pertengahan, masyarakat Eropa kerap mengasosiasikan kucing dengan penyihir. Karena itu kucing diburu. Saat itu banyak kucing yang mati dibakar atau dilempar dari tempat yang tinggi.

Perburuan terhadap kucing ini membuat tikus merajalela. Tikus-tikus tersebut menyebarkan wabah pes yang saat itu membunuh jutaan orang di Eropa. Wabah tersebut kemudian dikenal dengan nama Black Death.

Beberapa orang kemudian mengira wabah Black Death muncul akibat dosa mereka membunuhi kucing. Kisah ini sangat mungkin menjadi awal mula mitos membunuh kucing akan berujung pada kesialan.

3. Kucing punya tempat istimewa dalam Islam

Benarkah Mitos Menabrak Kucing Bisa Bikin Sial? Ini Sejarahnyaekrembugraekinci.com/

Kucing memiliki tempat istimewa bagi umat Islam. Kalau ini bukan mitos. Nabi Muhammad SAW dikabarkan sangat menyayangi binatang satu ini. Beberapa hadis juga melarang umat Islam menyakiti kucing.

Bahkan salah seorang sahabat nabi, yakni Abu Hurairah, mendapat julukan 'Bapaknya Kucing' karena kedekatannya dengan kucing. Karena tempatnya yang istimewa dalam Islam, banyak orang kemudian memelihara dan merawat kucing. Bahkan ada yang menganggapnya seperti keluarga sendiri.  

Bisa jadi dari perlakuan terhadap kucing yang istimewa ini kemudian membuat pengemudi lebih berhati-hati jika ada kucing di jalanan. Mereka akan merasa sangat bersalah jika menabrak kucing.

Nah, karena terlalu merasa bersalah membuat pengendara tidak konsentrasi dan bisa saja berujung kecelakaan.

Tapi sekali lagi, ini terlepas mitos atau tidak, tentu saja kita harus berhati-hati supaya tidak menabrak siapapun. Termasuk kucing.

Baca Juga: Ternyata Beda, 7 Karakter Pencinta Kucing Vs Pencinta Anjing

Topic:

  • Doni Hermawan
  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya